Profil Sani, ASN Disdik Bogor, Diduga Selingkuhi Sudarno, Aib Terbongkar oleh Anak

Profil Sani, ASN Disdik Bogor, Diduga Selingkuhi Sudarno, Aib Terbongkar oleh Anak

Kehidupan yang Tersembunyi di Balik Seragam ASN

Kisah kelam di balik seragam Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor kini menjadi sorotan publik. Sosok wanita yang diduga menjadi selingkuhan seorang ASN berinisial Sudarno, terkuak ke publik bukan melalui penyelidikan, melainkan melalui pengungkapan sang anak kandung. Ironisnya, wanita yang dicurigai sebagai rekan kerja sang ayah itu muncul setelah sang ayh sempat mengajukan permintaan mengejutkan, izin untuk berpoligami.

Rupanya, permintaan itu hanyalah formalitas belaka. Diam-diam, sang ayah, Sudarno, telah meninggalkan rumah sahnya dan memilih untuk tinggal bersama wanita idaman lain tersebut. Meskipun posisi wanita ini adalah istri muda (nikah siri), fakta lain yang mencengangkan adalah usianya yang terlihat jauh lebih tua dari istri sahnya.

Penggerebekan Tengah Malam yang Emosional

Puncak kekecewaan sang anak, Dila, memuncak pada Jumat dini hari (5/12/2025). Tepat pukul 02.16 WIB, Dila memviralkan momen dramatis ketika dirinya menggerebek Sudarno di sebuah rumah. Dalam rekaman video yang beredar, Dila terlihat berusaha keras berbicara dengan nada tenang kepada ayahnya yang berdiri di depan pintu. Sudarno, ASN Disdik Kabupaten Bogor, tampak terkejut melihat kedatangan putri kandungnya.

Kemarahan Dila tidak bisa dibendung, ia langsung melontarkan pertanyaan yang menyayat hati. "Bapak kok jahat sih? Sama siapa di sini? Nenek nelepon, katanya nungguin Dila gak dateng. Datengnya sama cewek lain, udah nikah siri, maksud bapak apa?" Dila pun mendesak kebenaran status nikah siri tersebut. "Mana coba mau kenalan sama ibu baru, masuk yah?" katanya menantang.

Mendengar desakan putrinya, Sudarno lantas berusaha membela diri dengan menjelaskan bahwa ia telah bercerai dengan istri sahnya. "Kan udah lama diajukan, kan udah enam bulan Papih sendirian. Udah (cerai) secara agama, udah talak tiga," ujar Sudarno, menegaskan bahwa ia dan istri sahnya sudah haram secara agama. Namun, Dila merespons dengan sindiran pedas yang merobohkan klaim ayahnya. "Haram? Terus ini apa?" kata sang anak sambil menunjuk situasi penggerebekan tersebut.

Keterkejutan Dila semakin menjadi-jadi ketika ia menyadari lokasi penggerebekan. Rumah yang kini ditinggali Sudarno bersama selingkuhannya adalah rumah yang dijanjikan sang ayah untuknya. "Kenapa ada orang lain tinggal di rumah? Papi bilang katanya ini rumah buat teteh," ungkap Dila penuh kecewa.

Menguak Identitas Wanita Paruh Baya

Dila kemudian memberanikan diri masuk ke dalam rumah. Di sana, ia menemukan seorang wanita berkerudung abu-abu pink yang berusaha keras bersembunyi. "Ini? Ini? Siapa ini? Bu? Ibu ngapain bu?" tanya Dila kepada wanita yang mengenakan baju pink itu. Kenyataan kembali mengejutkan. Wanita yang menjadi simpanan sang ayah adalah seorang ibu paruh baya. "Ibu udah tua, ibu ngapain di sini?" teriak Dila, meluapkan perasaannya. Dila merasa ayahnya telah dibutakan oleh wanita tersebut. "Hati kamu itu udah ditutupi sama janda tua itu, nenek-nenek," ucap Dila dengan nada tinggi.

Ketika Dila meminta sang ayah membuktikan status pernikahan sirinya, Sudarno tidak dapat menunjukkan bukti apa pun. Sosok Sani Handayani, Rekan Kerja yang Menantang. Identitas wanita yang membuat heboh ini akhirnya terungkap. Ia adalah Sani Handayani, seorang ASN di Kabupaten Bogor juga, yang bekerja sebagai pengawas di Dinas Pendidikan tempat yang sama dengan Sudarno. Sani diketahui berusia 57 tahun.

Sebelum penggerebekan, Dila sempat berkomunikasi via pesan singkat dengan Sani. Alih-alih meredakan situasi, Sani justru memberikan balasan yang terkesan menantang calon anak sambungnya itu: "Dripda sy d hina terus2an sy akan sgra mnikah dng papih kmu.!!"

Kasus Perselingkuhan yang Menghebohkan

Kini, kasus perselingkuhan yang melibatkan dua ASN Disdik Kabupaten Bogor ini menjadi buah bibir, menyoroti kompleksitas masalah moral dan etika dalam lingkungan birokrasi, sekaligus memaparkan luka mendalam yang ditimbulkan pada keluarga yang ditinggalkan.



Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan