
Pemkot Malang Serahkan Kebijakan MBG Selama Libur Nataru kepada Sekolah
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang telah menyerahkan kebijakan terkait penerimaan pasokan Makan Bergizi Gratis (MBG) selama liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) kepada pihak sekolah. Hal ini dilakukan karena operasional MBG bisa berlangsung sepanjang masa libur.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana menjelaskan bahwa keputusan untuk meneruskan atau menghentikan sementara pasokan MBG sepenuhnya ada di tangan sekolah masing-masing. Menurutnya, sekolah dapat menyesuaikan kondisi saat libur.
"Keputusan ada di sekolah masing-masing. Sekolah bisa menyesuaikan kondisi saat libur," ujar Suwarjana, Jumat (26/12/2025). Ia juga menyatakan bahwa distribusi MBG bisa dilaksanakan sepanjang libur tanpa adanya larangan dari pihak dinas.
Selain itu, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat mengajukan anggaran ke Badan Gizi Nasional (BGN). Jika tidak ada pengajuan, maka anggaran tidak akan turun. "Jadi pihak SPPG bisa mengajukan anggaran ke BGN," jelasnya.
Suwarjana menyebutkan bahwa saat ini, lebih dari 10 SPPG telah beroperasi dan melayani ribuan siswa di Kota Malang. Beberapa sekolah sudah menerima layanan MBG, tetapi ada juga yang tidak lagi menerima program tersebut.
SDN 3 Lowokwaru Berhenti Terima MBG
Salah satu contohnya adalah Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Lowokwaru. Kepala SDN 3 Lowokwaru, Anis Yuniati mengatakan, anak didiknya yang sebanyak 432 siswa sudah tidak lagi menerima program MBG sejak 18 Oktober 2025. Sebelumnya, SDN 3 Lowokwaru menerima pasokan MBG dari perusahaan swasta.
"Jadi SDN 3 Lowokwaru tidak menerima MBG sejak 18 Oktober 2025. Sejak saat itu tidak dapat," ujarnya. Pemberhentian itu dilakukan oleh pihak swasta yang memasok. SDN 3 Lowokwaru telah menerima MBG selama setahun setengah.
Meski begitu, Anis menyebut, sekolahnya telah masuk daftar penerima MBG dari SPPG terdekat. "Rencananya akan menerima MBG tanggal 8 atau 9 Januari 2026," katanya. Saat ini, semua siswa SDN 3 Lowokwaru tengah menjalani liburan. Mereka libur mulai tanggal 22 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Menurut Anis, program MBG perlu dilanjutkan. Dari pengalamannya berinteraksi dengan murid dan orang tua wali, ada perubahan budaya mengonsumsi makanan. Anak-anak yang awalnya tidak suka sayuran dan susu, berubah menjadi suka mengonsumsi dua jenis makanan tersebut.
Budaya makan bersama di dalam kelas ditengarai memberi dampak anak-anak suka makan susu dan sayuran. "Selama mendapat program MBG, anak-anak yang tidak suka susu, jadi suka. Tidak suka makan sayur, jadi suka makan sayur. Mungkin karena makan bersama di dalam kelas. Kan, beda di rumah karena makan sendiri," katanya.
Anis mendengar langsung pengakuan itu dari murid-muridnya. Pun orangtua wali juga cerita perubahan tersebut. "Mereka cerita sendiri, orang tuanya juga cerita," urainya.
MBG untuk Kelompok B3 Tetap Berjalan
Program MBG sebetulnya tidak hanya menyasar anak sekolah, tetapi juga untuk ibu hamil, ibu menyusui dan balita. Mereka juga tetap menerima pasokan MBG.
Koordinator SPPI Kota Malang, Muhammad Athoillah memastikan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai dapur MBG di Kota Malang tetap beroperasi selama libur. Dia juga menegaskan, kelompok ibu hamil, ibu menyusui dan balita tetap mendapat distribusi MBG selama periode liburan panjang akhir tahun ini.
"Untuk kelompok sasaran B3, yakni ibu hamil, ibu menyusui dan balita, tetap diberikan. Pemberian gizi tetap berjalan rutin dan tidak terpengaruh libur sekolah," ucapnya.
Sementara untuk siswa sekolah, menu MBG juga tetap ada. Namun menyesuaikan kondisi yang ada. Ia mengatakan, juknis pendistribusian MBG saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) sudah dibicarakan dengan pihak sekolah.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar