
Prospek Sektor Batu Bara pada Tahun 2026
Di tengah tantangan yang diperkirakan akan terjadi pada sektor batu bara pada tahun 2026, beberapa saham perusahaan tambang tetap menarik untuk dikoleksi. Analis teknikal dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyatakan bahwa rekomendasi netral tetap dipertahankan untuk sektor pertambangan batu bara. Meskipun melemahnya harga komoditas dan penurunan produksi masih menjadi faktor penghambat, pelaku usaha diharapkan memprioritaskan aset dengan stripping ratio rendah agar dapat menjaga margin keuntungan.
Rekomendasi Saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA)
Dari sekian banyak emiten batu bara, MNC Sekuritas memilih PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sebagai saham unggulan dengan rekomendasi BUY dan target harga Rp 2.700 per saham. Prospek saham PTBA dinilai solid berkat potensi pertumbuhan laba serta penurunan biaya bahan bakar pada akhir 2025 melalui penggunaan skema dry-contract atau kontrak kering.
MNCS memilih PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan rekomendasi BUY dan target harga Rp 2.700 per saham, didukung oleh proyeksi pertumbuhan laba yang solid dan penurunan biaya bahan bakar pada FY25E melalui skema kontrak kering, ujar Herditya dalam analisis hariannya, Jumat (12/12/2025).
Perubahan Kebijakan Produksi Batu Bara
Memasuki tahun fiskal 2026, pemerintah mengubah mekanisme Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) menjadi persetujuan tahunan dan sekaligus menurunkan target produksi batu bara nasional menjadi 700 hingga 710 juta ton. Kebijakan ini dinilai menunjukkan tekanan oversupply atau kelebihan pasokan kemungkinan masih berlanjut, sementara permintaan ekspor melalui jalur laut diperkirakan tetap lesu.
Kondisi Pasar Global
Dari sisi permintaan global, dua pasar utama batu bara yaitu China dan India juga memberi sinyal pelemahan. China mencatat surplus produksi listrik energi terbarukan sebesar 237,2 TWh sepanjang Januari-Oktober 2025, sementara pembangkit listrik tenaga batu bara justru mengalami defisit 10 TWh. Di India, impor batu bara turun 6,4 persen menjadi 86,1 juta ton, seiring peningkatan produksi domestik.
Proyeksi Harga Batu Bara
Untuk tahun fiskal 2026, MNC Sekuritas memperkirakan harga acuan batu bara bergerak di kisaran 93 dollar AS per ton, lebih rendah dari rata-rata tahun berjalan sebesar 106 dollar AS per ton. Dalam skenario bearish, harga dapat melemah hingga 80,5 dollar AS per ton, sedangkan skenario bullish menempatkannya kembali pada 106 dollar AS per ton. Proyeksi ini mempertimbangkan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed yang akan memengaruhi arah indeks dolar AS dan harga minyak mentah WTI.
Rekomendasi Netral dan Fokus pada Efisiensi Operasional
Dengan kondisi tersebut, MNC Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi netral untuk sektor batu bara. Penurunan harga dan produksi diperkirakan masih membatasi ruang pertumbuhan sektor dalam waktu dekat. Perusahaan tambang pun cenderung memfokuskan operasi pada aset dengan stripping ratio rendah guna menjaga profitabilitas.
Namun, di tengah tekanan industri, PTBA dinilai menonjol sebagai emiten dengan fundamental lebih kuat. Efisiensi operasional yang lebih baik, prospek pertumbuhan laba, serta penurunan biaya bahan bakar melalui skema dry-contract membuat PTBA menjadi pilihan defensif yang menarik dibandingkan emiten batu bara lainnya.
Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar