Proyek Normalisasi Sungai Ciliwung Butuh Rp1,2 Triliun


berita
, BOGOR Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengungkapkan bahwa diperlukan anggaran sebesar Rp1,2 triliun untuk membangun tanggul sepanjang 16 kilometer (km) di wilayah sempadan Sungai Ciliwung.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane David Partonggo Oloan Marpaung menjelaskan bahwa upaya tersebut diperlukan guna mengatasi masalah banjir yang terjadi di Jakarta.

"Jadi sebetulnya tadi ketika ternyata lahan sudah bebas, tentunya kami siap bangun [tanggul]. Karena kan ternyata untuk membangun tanggul 16 km ini mungkin butuh Rp1,2 triliun," jelasnya saat ditemui di Bendungan Ciawi.

Dia menargetkan konstruksi tanggul tersebut dapat dikebut rampung pada 2028. Proyek tersebut akan dieksekusi melalui enam paket pengerjaan.

Berikut adalah rincian proyek pembangunan tanggul:

  • Paket konstruksi tanggul Ciliwung wilayah Pagedangan sepanjang 460 meter yang dieksekusi secara single years contract (SYC) 2026.
  • Pelaksanaan pembangunan tanggul di Kelurahan Kebon Baru, Bidaracina, Cikoko, Cawang, Rajawali dengan panjang 2,83 km yang dieksekusi melalui skema multi years contract (MYC) 2026-2027.
  • Pembangunan tanggul Rawajati, Pejaten Timur, Cililitan, Balekembang sepanjang 2,24 km skema MYC 2026 - 2027.
  • Tanggul Manggarai, Kebon Manggis, Bukit Duri, Kampung Melayu dengan panjang 4,48 km dengan skema MYC 2027 - 2028.
  • Pembangunan tanggul Rawajati, Pejaten Timur, Cililitan, Balekembang sepanjang 2,12 km MYC 2027 - 2028, dan terakhir, Pejaten Timur, Tanjung Barat, Balekembang, Gedong sepanjang 4,11 km MYC 2028 - 2029.

Untuk diketahui, pemerintah membangun berkomitmen melakukan normalisasi Sungai Ciliwung yang dilakukan sebagai bagian dari rencana induk sistem pengendalian banjir (flood control) di Jakarta yang dilakukan mulai dari hulu hingga ke hilir.

Lingkup pekerjaan normalisasi ini meliputi perkuatan tebing, pembangunan tanggul, pembangunan jalan inspeksi dengan lebar 6-8 meter di sepanjang sisi Sungai Ciliwung, meningkatkan kapasitas tampung alir dari 200 m3/det menjadi 570 m3/det, serta penataan kawasan di sekitar Sungai Ciliwung.

Normalisasi Sungai Ciliwung ini melintasi sejumlah kelurahan di DKI Jakarta yaitu Manggarai, Bukit Duri, Kebon Manggis, Kampung Melayu, Kampung Pulo, Kebon Baru, Bidara Cina, Cikoko, Cawang, Pengadegan, Rawajati, Cililitan, Gedong, Tanjung Barat, Balekambang, Pejaten Timur, Jagakarsa dan Pasar Minggu.

Proyek ini diharapkan dapat memberikan solusi jangka panjang terhadap ancaman banjir yang sering terjadi di kawasan Jakarta. Dengan adanya tanggul dan peningkatan kapasitas sungai, diharapkan dapat mengurangi risiko banjir dan meningkatkan kualitas lingkungan sekitar.

Selain itu, proyek ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar sungai melalui penataan kawasan yang lebih baik. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya mendapatkan perlindungan dari bencana banjir, tetapi juga dapat menikmati ruang terbuka hijau yang lebih nyaman dan aman.

Dalam proses pelaksanaannya, pemerintah akan terus memantau perkembangan proyek agar semua target dapat tercapai sesuai rencana. Dengan kerja sama yang baik antara pihak terkait, diharapkan proyek ini bisa selesai tepat waktu dan memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakat Jakarta.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan