
aiotrade,
BERAU — PT PLN (Persero) secara resmi menyelesaikan megaproyek transmisi interkoneksi yang menyatukan sistem kelistrikan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Sebagai informasi, kedua wilayah ini menjadi area penyangga ibu kota negara (IKN) Nusantara yang akan dioperasikan pada 2028.
General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) Basuki Widodo menjelaskan bahwa proyek infrastruktur raksasa sepanjang 921,71 kilometer sirkuit dengan 1.279 menara transmisi ini bukan sekadar menghubungkan kabel, melainkan membangun fondasi pasokan listrik andal yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat di kedua provinsi.
"Upaya ini adalah wujud nyata janji kami, yaitu listrik untuk rakyat harus terjamin. Dengan menyatunya sistem Kaltim-Kaltara, kami menciptakan layanan yang kokoh, siap melayani lonjakan kebutuhan rumah tangga dan industri, serta menjadi penopang utama menuju masa depan Kalimantan yang lebih terang," ujarnya di hadapan awak media, Selasa (2/12/2025).
Dia menambahkan, interkoneksi strategis ini membentang melewati empat kabupaten, yaitu Kutai Timur, Berau, Bulungan, dan Tana Tidung yang kini merasakan peningkatan signifikan dalam kualitas suplai energi.
Lebih jauh, proyek ini menjadi tulang punggung infrastruktur dalam menyongsong transisi energi bersih, terutama untuk mengintegrasikan pembangkit listrik tenaga air seperti PLTA Kayan dan PLTA Ujong Bilah ke dalam sistem kelistrikan regional. Menurutnya, kesuksesan proyek ini tidak lepas dari penerapan tata kelola yang ketat dan terstruktur.
Sebagaimana diketahui, PT PLN UIP KLT, selaku penanggung jawab penuh, menjalankan seluruh tahapan mulai dari inisiasi, perencanaan, perizinan, pembebasan lahan, konstruksi, pengujian, hingga serah terima kepada unit operasional.
Dalam prosesnya, Manager Unit Pelaksana Proyek (MUPP) memainkan peran krusial dalam pengawasan kinerja kontraktor dan penanganan pembukaan lahan sesuai prosedur baku.
Selain itu, PLN menerapkan Prosedur Identifikasi dan Mapping Stakeholder secara sistematis untuk mengidentifikasi semua pihak yang berpotensi memengaruhi atau terpengaruh proyek. Prosedur ini mencakup klasifikasi stakeholder berdasarkan tiga atribut kunci, Kekuatan (Power), Kepentingan (Interest), dan Keabsahan (Legitimacy).
Mulai dari masyarakat terdampak yang lahannya digunakan, kelompok rentan seperti lansia dan masyarakat adat, hingga instansi pemerintah terkait semuanya dipetakan untuk menetapkan strategi komunikasi yang akuntabel.
Basuki mengungkapkan tahapan pekerjaan dilakukan secara bertahap dan terukur, seperti perencanaan, penyiapan lahan dan Right of Way (ROW), pembangunan pondasi, erection (pendirian menara), stringing (penarikan kabel), pengujian teknis, hingga energize atau pemberian tegangan perdana.
Proses penerbitan Sertifikat Laik Operasi (SLO) pun dilakukan dengan standar ketat untuk memastikan seluruh peralatan berfungsi optimal dan aman sebelum diserahterimakan kepada unit pengusahaan.
Secara operasional, Basuki menyebutkan proyek ini dilengkapi lima gardu induk baru di Maloy, Talisayan, Berau, Tanjung Selor, dan Tidang Pale yang berfungsi sebagai titik pengatur daya.
Kelima fasilitas ini memungkinkan pengelolaan distribusi listrik secara lebih presisi dan efisien. Selain itu, sistem transmisi ini juga dibekali teknologi pengawasan berbasis kabel serat optik dan sistem kendali digital yang telah disiapkan untuk integrasi jaringan 5G.
Inovasi teknologi tersebut memungkinkan PLN merespons gangguan secara real-time dan meminimalkan waktu pemadaman. Menurutnya, proyek interkoneksi ini menandai babak baru dalam peta kelistrikan Kalimantan.
"Energi untuk rakyat yang selama ini digaungkan kini menemukan wujud konkretnya dalam bentuk sistem kelistrikan yang lebih tangguh, merata, dan responsif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat," sebutnya.
Adapun, dia menuturkan interkoneksi ini diharapkan menjadi katalis bagi pengembangan ekonomi lokal, mendorong investasi, serta mempercepat transformasi menuju energi terbarukan sebuah langkah strategis dalam mewujudkan Kalimantan yang mandiri energi dan berkelanjutan.
Listrik IKN
Sementara itu, kawasan inti IKN dalam rancangannya akan dipasok oleh energi hijau. Dikutip dari laman Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), lembaga pengelola kawasan itu telah menjalin sinergi dengan PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimra) guna memastikan ketersediaan jaringan listrik yang andal di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara. Kerja sama ini diharapkan mempercepat pembangunan sekaligus mendukung target IKN sebagai kota hutan cerdas dengan energi nol emisi bersih pada 2045.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menegaskan pentingnya percepatan penyediaan infrastruktur energi dalam pertemuannya dengan General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli. Menurut dia, kebutuhan listrik harus dipenuhi seiring berlangsungnya pembangunan infrastruktur dasar di kawasan inti.
“Saya kira ini waktu yang tepat untuk sharing soal sinergi kita. Saat ini kita sedang membangun jalan di 1A dan 1C, saya kira supaya bisa mempercepat pembangunan, daerah yang belum ada jaringan listrik, kita bisa mulai dari sana,” ujar Basuki beberapa waktu lalu (25/8/2025).
Selain membahas percepatan pembangunan jaringan listrik, pertemuan tersebut juga menekankan perlunya koordinasi strategis antara Otorita IKN dan PLN terkait pemenuhan kebutuhan energi, termasuk transisi menuju energi baru terbarukan.
General Manager PLN UID Kaltimra Muchamad Chaliq Fadli menyampaikan komitmen perusahaan untuk mendukung penuh kebutuhan energi Nusantara. Hal ini, menurut dia, selaras dengan arahan PLN pusat mengenai penyediaan energi yang lebih bersih.
“Kami diminta PT PLN pusat untuk bersinergi dengan Otorita IKN, menyikapi kebutuhan pengembangan energi baru terbarukan di IKN. Disampaikan bahwa agar PLN berkoordinasi, memastikan kebutuhan listrik di IKN terpenuhi, misinya adalah seratus persen energi nol bersih di 2045,” kata Chaliq.
Sinergi ini diharapkan tidak hanya mempercepat pembangunan fisik di KIPP, tetapi juga menjadi momentum penting dalam penyediaan infrastruktur energi yang andal dan ramah lingkungan. Upaya tersebut menjadi bagian dari percepatan pembangunan Nusantara sebagai kota dunia untuk semua.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar