Proyek Wisata Air Kalimalang Berjalan, Ini Progres, Anggaran, dan Target Operasional

Proyek Wisata Air Kalimalang Di Bekasi Mulai Menarik Perhatian

Di Kota Bekasi, proyek Wisata Air Kalimalang mulai menjadi perhatian masyarakat setelah sejumlah aktivitas pembangunan di sepanjang aliran Kalimalang terlihat. Beberapa proyek yang sedang berlangsung meliputi pembangunan jembatan dan penempatan kontainer di bawah Tol Becakayu.

Proyek ini diperkirakan akan menjadi destinasi wisata baru yang juga dapat menjadi penggerak ekonomi lokal di kota tersebut. Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menegaskan bahwa pengembangan wisata air tersebut dilakukan secara bertahap dan telah melalui kajian lingkungan.

Inisiatif Pengembangan Wisata Kota

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menjelaskan bahwa proyek Wisata Air Kalimalang merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menciptakan destinasi unggulan yang mampu meningkatkan nilai kota serta mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia menyampaikan bahwa inisiatif ini dimulai dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menekankan bahwa setiap daerah harus memiliki satu destinasi yang mampu meningkatkan nilai kota.

Menurut Tri, selama ini Kalimalang belum dimanfaatkan secara optimal dari sisi ekonomi dan pariwisata. Melalui proyek ini, area Kalimalang diharapkan menjadi ruang publik yang dapat dinikmati oleh masyarakat.

Progres Pembangunan Bertahap

Berdasarkan pantauan di lokasi, beberapa pekerjaan fisik mulai terlihat, seperti pembangunan jembatan dan penempatan kontainer di bawah Tol Becakayu, Kecamatan Bekasi Selatan. Tri menegaskan bahwa kontainer tersebut adalah bagian dari tahapan pembangunan Wisata Air Kalimalang.

“Kontainer ini bertahap. Tahapan awalnya kan justru sudah dari jembatan,” ujarnya.

Ke depan, area wisata ini juga akan dilengkapi dengan jalur pedestrian, penerangan, serta penyempurnaan infrastruktur hingga Kota Bintang.

Skema Anggaran dan Pendanaan

Tri mengungkapkan bahwa total anggaran proyek Wisata Air Kalimalang mencapai Rp 123 miliar. Dana tersebut berasal dari CSR perusahaan sebesar Rp 33 miliar, APBD Kota Bekasi sebesar Rp 30 miliar, serta APBD Provinsi Jawa Barat sebesar Rp 60 miliar.

Saat ini, pekerjaan yang bersumber dari CSR telah berjalan, sementara pendanaan dari APBD Kota Bekasi masih dalam proses lelang dan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih dalam tahap koordinasi.

Ramah Lingkungan dan Minim Polusi

Tri memastikan bahwa pengembangan wisata air tidak akan mengganggu fungsi Kalimalang sebagai sumber air baku. Seluruh sarana wisata air dirancang ramah lingkungan. “Kapalnya kita cari yang tidak mengotori lingkungan. Nanti semuanya menggunakan tenaga listrik atau tenaga surya,” ujarnya.

Target Pengoperasian

Pemerintah Kota Bekasi menargetkan Wisata Air Kalimalang dapat mulai dioperasikan secara bertahap pada pertengahan 2026. Proyek ini diharapkan menjadi destinasi wisata baru yang mudah diakses, terjangkau, dan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Pertengahan tahun 2026 seharusnya sudah bisa selesai untuk tahap awal,” kata Tri.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan