
Lini Depan Persebaya Surabaya Jadi Sorotan
Persebaya Surabaya kembali menghadapi laga penting menjelang pertemuan melawan PSM Makassar di Stadion BJ Habibie pada Sabtu (6/12/2025). Pertandingan ini menjadi momen krusial bagi Bajul Ijo, yang masih kesulitan dalam mencetak gol. Dalam tiga laga terakhir, Persebaya hanya mampu meraih hasil seri, yaitu melawan Persik Kediri, Arema FC, dan Bhayangkara FC. Semua pertandingan berakhir dengan skor 1-1.
Sementara itu, PSM Makassar menunjukkan performa yang sangat baik. Mereka berhasil meraih hattrick kemenangan dalam tiga laga terakhir. Hasil tersebut didapat setelah menang 1-0 atas Dewa United, 5-0 melawan PSBS Biak, dan 4-3 saat menghadapi Persis Solo. Total 10 gol berhasil dicetak oleh PSM dalam tiga pertandingan tersebut. Salah satu pemain yang menjadi andalan adalah Alex Tanque, yang telah mencetak lima gol bersama tim.
Krisis Lini Depan Persebaya Surabaya
Krisis lini depan Persebaya Surabaya semakin terasa. Francisco Rivera, salah satu playmaker utama, sedang menjalani hukuman larangan bermain dua pertandingan dari Komite Disiplin PSSI. Hukuman ini diberikan setelah insiden serius yang terjadi saat laga melawan Persik Kediri di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jumat (7/11/2025). Rivera dinilai bertindak kasar menggunakan tubuhnya secara berlebihan terhadap pemain lawan, sehingga menerima kartu merah langsung. Selain hukuman larangan bermain, ia juga dikenakan denda sebesar Rp 10 juta.
Rivera absen dalam dua laga terakhir Persebaya, yaitu saat melawan Arema FC dan Bhayangkara FC. Laga melawan PSM Makassar akan menjadi pertandingan terakhir dari masa hukumannya. Tanpa Rivera, Bruno Moreira menjadi tumpuan utama selama 12 pertandingan. Meski telah mencetak 4 gol, Bruno belum mampu memperlihatkan performa maksimal dalam dua laga terakhir.
Mihailo Perovic juga baru mencetak 2 gol dari 12 laga musim ini. Performanya cenderung naik-turun, meskipun sering mendapatkan kesempatan bermain. Gali Freitas dan Dejan Tumbas juga belum menunjukkan ketajaman maksimal. Freitas mencetak 1 gol dari 12 laga, sementara Tumbas belum mencetak gol meski sudah tampil dalam 12 pertandingan. Malik Risaldi juga belum menjadi pembeda meski telah tampil 12 kali.
Minimnya variasi serangan membuat Persebaya mudah ditebak. Ketika sayap ditutup, alur serangan sering buntu. Absennya Rivera memperparah situasi karena tidak ada gelandang serang yang mampu mengatur tempo dan membuka ruang.
Masalah Pelatih
Persebaya Surabaya belum memiliki pelatih tetap di Super League. Eduardo Perez, pelatih sebelumnya, dipecat pada Sabtu (22/11/2025), dan kini pelatih sementara dipercayakan kepada Uston Nawawi. Beredar rumor bahwa calon pelatih baru Persebaya adalah Eduardo Almeida, mantan pelatih Semen Padang FC asal Portugal.
Rumor ini pertama kali diunggah oleh akun Instagram fan base Persebaya Surabaya, @arek_merchandise27. Eduardo Almeida dikabarkan masuk sebagai kandidat teratas untuk menggantikan Eduardo Perez. Almeida memiliki pengalaman cukup luas di Liga Indonesia, pernah melatih Semen Padang, Rans Nusantara FC, dan Arema FC.
Sebelum menganggur, Almeida melatih Semen Padang pada musim 2024/2025 hingga paruh putaran pertama Super League 2025/2026. Dalam periode tersebut, ia mencatatkan 33 pertandingan dengan sembilan kemenangan, delapan hasil imbang, dan 16 kekalahan. Semen Padang kemudian memecat Almeida setelah rentetan hasil buruk.
Almeida juga pernah menjadi pelatih Semen Padang pada musim 2018/2019 hingga 2020/2021, dengan 16 laga yang tercatat lima kemenangan, lima hasil imbang, dan enam kekalahan. Peluang Persebaya Surabaya mendatangkan Eduardo Almeida sangat terbuka lebar, mengingat posisi sang pelatih yang saat ini masih menganggur. Namun, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari Persebaya Surabaya meski rumor soal Almeida menyebar luas di jagat maya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar