PSN Ancam Mundur dari Semifinal Jika Harga Tiket Tak Turun

PSN Ancam Mundur dari Semifinal Jika Harga Tiket Tak Turun

Penolakan Kenaikan Harga Tiket oleh PSSI Ngada

PSSI Kabupaten Ngada menolak kenaikan harga tiket babak semifinal ETMC XXXIV Ende tahun 2025 yang dianggap terlalu tinggi. Awalnya, harga tiket kelas ekonomi sebesar Rp 20.000 akan dinaikkan menjadi Rp 50.000, dengan kenaikan sebesar 150 persen. Hal ini membuat PSSI Ngada merasa perlu menyampaikan keberatan melalui surat resmi.

Dalam surat tersebut, PSSI Ngada menyatakan tiga poin utama keberatan mereka. Pertama, mereka menilai kenaikan harga tiket terlalu besar dan tidak proporsional. Kedua, mereka mengusulkan agar harga tiket tetap wajar dan dapat dijangkau oleh masyarakat umum. Ketiga, jika permintaan tidak dipenuhi, PSSI Ngada bersiap untuk menunda pertandingan.

Usulan Harga Tiket yang Wajar

PSSI Ngada menyarankan harga tiket yang lebih wajar, yaitu sebesar Rp 30.000 per penonton. Mereka berpendapat bahwa sepakbola bukan hanya sebagai olahraga, tetapi juga media hiburan bagi masyarakat dan jembatan untuk menggerakkan aspek perekonomian lainnya. Oleh karena itu, kenaikan harga harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak memberatkan para pendukung.

Surat keberatan tersebut ditujukan kepada Panitia Turnamen Piala Gubernur Liga 4 PSSI/ETMC Tahun 2025 melalui surat nomor 50/PSSI NGADA/XII/2025. Surat ini ditandatangani oleh Wakil Ketua PSSI Ngada, Yosef Filius David Djawa.

Kesiapan Tim PSN Ngada

Meskipun PSSI Ngada menolak kenaikan harga tiket, tim PSN Ngada tetap siap bertanding. Wakil Ketua PSSI Ngada, Yosef Filius David Djawa, mengatakan bahwa tim siap bermain meskipun ada kemungkinan penundaan jika permintaan tidak dipenuhi.

Ia menjelaskan bahwa PSSI Ngada menghargai kebijakan panitia pelaksana, tetapi meminta agar kenaikan harga tiket ditinjau kembali. Menurutnya, kenaikan sebesar Rp 50.000 terlalu drastis dan tidak sesuai dengan kondisi masyarakat saat ini.

Dampak Terhadap Pendukung

PSSI Ngada juga mempertimbangkan kepentingan pendukung dan pencinta sepakbola. Mereka ingin memastikan bahwa harga tiket tetap terjangkau agar semua pihak bisa menikmati pertandingan tanpa kesulitan finansial.

Tembusan surat keberatan tersebut disampaikan kepada berbagai pihak, termasuk Gubernur Nusa Tenggara Timur, Pimpinan DPRD Propinsi NTT, Ketua KONI Nusa Tenggara Timur, Ketua PSSI Propinsi NTT, Bupati Ngada, Wakil Bupati Ngada, pimpinan DPRD Ngada, dan Ketua Umum KONI Kabupaten Ngada.

Persiapan Pertandingan

Meski ada potensi penundaan, PSSI Ngada tetap siap menghadapi pertandingan babak semifinal antara PSN Ngada vs Bajak Laut FC. Wakil Ketua PSSI Ngada mengatakan bahwa tim siap bermain dan tidak akan terganggu oleh masalah harga tiket.

Ia menegaskan bahwa PSSI Ngada tidak ingin mengganggu proses pertandingan, tetapi ingin memastikan bahwa semua pihak mendapatkan pengalaman yang baik dalam menonton pertandingan.

Kesimpulan

PSSI Ngada menunjukkan sikap yang tegas terhadap kenaikan harga tiket, tetapi tetap memperhatikan kepentingan masyarakat dan pendukung sepakbola. Mereka berharap panitia penyelenggara dapat mempertimbangkan usulan harga yang wajar agar pertandingan tetap bisa dinikmati oleh semua pihak.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan