Puluhan Anak Jalanan Dibina Mental dan Spiritual di Aulia Qurrota Aini

Puluhan Anak Jalanan Dibina Mental dan Spiritual di Aulia Qurrota Aini

Pembinaan Mental dan Spiritual untuk Anak Jalanan di Yayasan Aulia Qurrota Aini

Puluhan anak jalanan yang berada di Yayasan Aulia Qurrota Aini di Kramatwatu, Kabupaten Serang, mendapatkan pembinaan mental dan spiritual pada Kamis 11 Desember 2025. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan.

Selain diberi pembekalan mental dan spiritual, anak-anak tersebut juga menerima bantuan sembako dari yayasan. Hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka, terutama dalam hal pendidikan. Menurut Ketua Yayasan Aulia Qurrota Aini, Kuratu Akyun, sebanyak 59 anak binaan telah diberikan pembinaan oleh Dinsos Kabupaten melalui bidang rehabilitasi sosial (rehsos) pada hari itu.

Dalam pembinaan tersebut, anak-anak mendapatkan bimbingan fisik, pembinaan mental, serta bimbingan sosial. Semua ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak-anak binaan yayasan. Namun, hanya 39 dari total 59 anak yang bisa hadir dalam kegiatan tersebut.

Kuratu Akyun menjelaskan bahwa rata-rata latar belakang anak-anak di yayasan bukanlah pengemis, melainkan anak jalanan yang menghabiskan waktu di jalanan. Saat ini, orang tua mereka juga telah diberikan pembinaan berupa penguatan kapabilitas keluarga (PKK), sementara anak-anaknya sendiri mendapat penguatan kapabilitas anak (PKA).

"Alhamdulillah, saat ini anak-anak kami sudah tidak banyak berada di jalanan. Mereka dulunya sering ngamen, nyemir, atau mengambil barang bekas. Sekarang, hampir semua anak-anak kami sudah sekolah," ujarnya.

Anak-anak yang ada di yayasan berasal dari lingkungan sekitar Kramatwatu. Pembinaan ini sudah dilakukan sejak tahun 2013, awalnya ada 159 anak, namun kini tinggal 59 anak saja.

Kabid Rehsos Dinsos Kabupaten Serang, Thyezza Nia Zaent, menyampaikan bahwa pembinaan fisik, mental, spiritual, dan sosial bagi anak jalanan seperti yang dilakukan di yayasan masuk dalam salah satu Standar Pelayanan Minimal (SPM). Selain anak-anak, Dinsos juga membina lansia terlantar, disabilitas terlantar, dan gelandangan pengemis.

"Banyak yang dibina Dinsos, mulai dari lansia hingga disabilitas. Untuk anak jalanan yang hadir hari ini ada sebanyak 39 orang," katanya.

Ia menambahkan bahwa pembinaan tersebut diharapkan menjadi perhatian pemerintah untuk membantu meringankan beban anak jalanan dan kelompok lainnya. Selain pembinaan, Dinsos juga memberikan bantuan berupa sembako untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga anak-anak tersebut.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan