Puluhan Kendaraan Terjebak Banjir di Jalan Pahlawan Banjarmasin

Puluhan Kendaraan Terjebak Banjir di Jalan Pahlawan Banjarmasin

Banjir di Jalan Pahlawan Banjarmasin, Puluhan Kendaraan Terendam

Genangan air yang cukup dalam menghiasi Jalan Pahlawan, Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), pada Sabtu (4/1/2026) pukul 23.00 Wita. Ketinggian air hampir menyentuh lutut orang dewasa, membuat sejumlah kendaraan bermotor mogok saat melintasi jalan tersebut.

Genangan air terjadi di kawasan Jalan Pahlawan dan sekitarnya. Banyak pengendara sepeda motor terpaksa berhenti karena mesinnya mati akibat terendam air. Warga setempat berbondong-bondong turun tangan untuk membantu para pengendara yang mengalami kendala.

“Hati-hati ambil trotoar, pelan-pelan,” teriak seorang warga di lokasi, mengimbau pengendara agar naik ke trotoar untuk menghindari tingginya air. Beberapa kali mesin motor mati karena terendam. Remaja-remaja warga sigap mendorong kendaraan agar cepat menepi untuk menguras air dari mesin.

“Nggih mogok nah, terima kasih sudah didorong akan,” ucap Anang, salah satu pengendara yang motornya mogok. Hal serupa dialami Fadiah, pengendara lain. “Di tengah sana tadi mogoknya, tapi ini sudah aman keluar, sudah airnya,” ujarnya sambil menguras air dari mesin motornya.

Banjir disebut mulai naik sejak sore hari dan dengan cepat menutupi seluruh badan Jalan Pahlawan. Wilayah sekitar pun ikut terdampak, termasuk jalan masuk ke Taman Siring Kota dan gerbang masuk Kampung Sasirangan.

“Mulai sore sudah naiknya, ini lebih dalam dari kemarin. Jadi kami turun bantu motor-motor yang mogok,” kata Ijul, warga sekitar yang turut membantu pengguna jalan.

Puluhan remaja bersama warga bahu membahu mendorong motor yang mogok di tengah genangan. Sementara itu, mobil-mobil yang melintas diimbau untuk memperlambat laju agar tidak menimbulkan gelombang air yang membasahi rumah dan toko warga di sisi jalan.

“Pelan-pelan Om, kasihan orang basah,” teriakan para pemuda sambil mengatur jalannya lalu lintas di tengah genangan.

Rumah-rumah warga pun tak luput terendam. Sebagian warga memilih bertahan di lantai dua rumah, sementara lainnya mengungsi ke Mushollah sekitar.

“Kena juga rumah saya, rencana mengungsi di musala sini,” tambah Ijul.

Warga kembali berharap adanya solusi dari pemerintah terkait akan banjir yang kerap melanda kawasan tersebut.

“Yah kalau bisa ada solusilah dari pemerintah nih,” harap Ijul sambil terus memantau pengendara yang melintas.

Menjelang pergantian hari, tepat tengah malam, air mulai menunjukkan surut meski perlahan. Namun, genangan di tengah jalan masih cukup tinggi.

“Bisa mungkin jam 2 atau jam 3 baru benar-benar kering ini, Bang,” ujar Salim, warga terdampak.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan