
Banjir Tinggi di Jalur Cirebon–Kuningan, Puluhan Sepeda Motor Mogok
Banjir setinggi sekitar 30 sentimeter menggenangi jalur Cirebon–Kuningan, khususnya Jalan Wahid Asyim, Desa Kanci Wetan. Kejadian ini terjadi setelah hujan deras mengguyur Kabupaten Cirebon sejak Jumat (26/12/2025) sore. Genangan air yang tidak kunjung surut mulai memengaruhi arus lalu lintas, terutama kendaraan roda dua.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa banjir mulai menggenangi jalan sejak pukul 14.00 WIB dan bertahan selama lebih dari enam jam. Hingga pukul 20.00 WIB, genangan air masih terlihat dan mengganggu perjalanan pengendara. Banyak kendaraan roda dua terjebak dalam genangan tersebut, sehingga harus berhenti atau bahkan mogok.
Salah satu pengendara yang terdampak adalah Risma Indah (21), seorang pekerja pabrik. Ia harus mendorong motornya cukup jauh setelah mesinnya mati akibat terkena banjir. “Iya Om, motornya mogok. Didorong tadi lumayan jauh,” ujar Risma saat ditemui di lokasi.
Risma mengaku baru saja pulang kerja dan ingin langsung kembali ke rumah. Namun, kondisi jalan yang tergenang membuat perjalanannya terhenti. “Tadi habis dari pabrik mau pulang (ke wilayah Lemahabang), tapi masih kejebak banjir ini,” katanya.
Menurut Risma, banjir di kawasan tersebut bukanlah hal yang langka. Ia menyebut bahwa setiap hujan deras turun, jalur ini sering menjadi genangan air yang menyulitkan pengendara. “Sering, Om,” ujarnya singkat. Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian serius untuk mengatasi masalah banjir yang terus berulang, terutama dengan memperbaiki sistem drainase. “Ya, semoga drainasenya diperbaiki biar nggak banjir terus,” harapnya.
Di lokasi yang sama, kendaraan roda dua tampak mendominasi antrean di pinggir jalan. Sebagian pengendara memilih memarkirkan motornya dan menunggu air surut, sementara lainnya nekat menerjang banjir dengan risiko mesin mati. Berbeda dengan motor, kendaraan roda empat masih bisa melintas, meski harus berjalan pelan dan ekstra waspada.
Selain jalan raya, sejumlah permukiman warga di dataran rendah sekitar lokasi juga ikut terendam banjir. Melihat kondisi tersebut, Kapolresta Cirebon, Kombes Sumarni turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengaturan lalu lintas dan memastikan keselamatan pengguna jalan.
“Hari ini kami berada di titik-titik yang terkena dampak banjir, karena tadi sore Kabupaten Cirebon diguyur hujan sangat lebat sehingga di beberapa titik, salah satunya di Kanci Kulon/Wetan ini, terdampak banjir hingga 30 sentimeter,” ujar Sumarni.
Ia memastikan bahwa personel kepolisian dikerahkan untuk membantu kelancaran arus lalu lintas serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada. “Kami memastikan petugas kami berada di jalanan untuk membantu kelancaran arus lalu lintas dan meminta masyarakat untuk tetap hati-hati. Kami juga meminta anak-anak tidak bermain di jalan raya yang terdampak banjir,” ucapnya.
Sumarni menambahkan bahwa genangan air juga terpantau di sejumlah titik jalur Pantura, meski ketinggian tertinggi berada di wilayah Kanci Kulon. “Di sekitar Pantura ada beberapa titik yang tergenang, cuma yang agak tinggi 30 sentimeter di daerah Kanci Kulon ini,” jelas dia.
Hingga malam hari, polisi bersama petugas terkait masih bersiaga di lokasi untuk mengurai kemacetan dan memastikan keselamatan warga yang melintas di jalur penghubung Cirebon–Kuningan tersebut.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar