Puluhan Warga Tewas dalam Serangan Saat Nobar SEA Games 2025 di Kedai Teh

Puluhan Warga Tewas dalam Serangan Saat Nobar SEA Games 2025 di Kedai Teh

Serangan Udara Militer Myanmar Tewaskan 18 Warga Sipil

Serangan udara militer Myanmar menewaskan 18 warga sipil di wilayah Sagaing. Insiden ini terjadi saat puluhan warga berkumpul untuk menonton pertandingan sepak bola SEA Games 2025 di sebuah kedai teh. Jet tempur menjatuhkan bom di lokasi tersebut, menyebabkan korban jiwa dan luka-luka.

Serangan tersebut dilakukan oleh junta militer menjelang pemilu yang dijadwalkan berlangsung akhir bulan ini. Pemilu ini sering kali berujung pada korban sipil, mengingat intensitas serangan militer yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

Lokasi dan Waktu Kejadian

Insiden terjadi pada Jumat (5/12/2025) sekitar pukul 20.00 waktu setempat di Desa Mayakan, Kotapraja Tabayin—sekitar 120 kilometer barat laut Mandalay. Wilayah ini juga dikenal dengan nama lamanya, Depayin. Saat itu, banyak warga sedang berkumpul untuk menonton pertandingan sepak bola antara Myanmar dan Filipina dalam ajang SEA Games 2025.

Seorang warga yang membantu evakuasi para korban mengatakan kepada Associated Press bahwa seorang anak berusia lima tahun dan dua guru sekolah termasuk di antara korban tewas. “Dua bom yang dijatuhkan oleh jet tempur meledak tak lama setelah sirene serangan udara berbunyi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa banyak warga di kedai teh tidak sempat mencari perlindungan.

Tidak Ada Pertempuran di Sekitar Lokasi

Menurut warga tersebut, tidak ada pertempuran baru-baru ini di daerah itu meskipun Sagaing dikenal sebagai salah satu basis kuat perlawanan antijunta. Namun, militer belakangan meningkatkan serangan udara terhadap People’s Defense Force (PDF) dan kelompok etnis bersenjata demi merebut kembali wilayah menjelang pemilu 28 Desember.

Kelompok-kelompok perlawanan itu tidak memiliki kemampuan pertahanan terhadap serangan udara, sehingga warga sipil sering menjadi korban ketika jet tempur melakukan pengeboman.

Tanggapan dari Pihak Militer

Pihak militer Myanmar tidak memberikan pengumuman apa pun terkait serangan tersebut. Warga mulai mengungsi setelah pemakaman korban yang digelar pada Sabtu. Sementara itu, mereka yang memilih bertahan mulai menggali tempat perlindungan darurat di sekitar rumah masing-masing.

Dampak Serangan

Banyak rumah di sekitar lokasi turut rusak akibat ledakan. Warga yang meminta identitasnya dirahasiakan karena takut ditangkap militer juga menjelaskan bahwa lebih dari 20 rumah di sekitar lokasi turut rusak akibat ledakan.

Media independen seperti Myanmar Now merilis foto dan video yang diklaim menunjukkan puing-puing dari lokasi serangan, menambah daftar bukti kekerasan udara yang terus berulang di wilayah tersebut.



Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan