
Persiapan Menghadapi Puncak Arus Balik Libur Nataru 2025/2026
Puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 diperkirakan akan terjadi pada tanggal 4 Januari 2026. Untuk menghadapi peristiwa tersebut, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bersama Kementerian Perhubungan dan PT Jasa Marga sedang mematangkan berbagai persiapan guna memastikan kelancaran lalu lintas di jalur-jalur utama.
Salah satu titik yang menjadi fokus pengawasan adalah jalan tol Jakarta–Cikampek, khususnya di sekitar KM 66, yang diprediksi akan mengalami kepadatan akibat pertemuan arus kendaraan dari Trans Jawa, Bandung, dan Sumatra. Hal ini dilakukan setelah melalui rapat koordinasi di Command Center Korlantas Polri Km 29 Tol Jakarta–Cikampek, Sabtu (3/1/2026), yang turut dihadiri oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho, serta Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono.
Kesiapan Korlantas dan Mitra Kerja
Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menyatakan bahwa kondisi arus lalu lintas hingga saat ini masih terkendali. Namun, pihaknya telah menyiapkan berbagai skenario pengendalian untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan saat puncak arus balik.
"Sejak kemarin kami bersama Pak Dirut Jasa Marga sudah mempersiapkan arus balik yang diperkirakan terjadi tanggal 4. Strategi alih arus, termasuk kemungkinan contraflow serta pengendalian di rest area, sudah kami siapkan," ujar Agus.
Ia menjelaskan bahwa potensi kepadatan diperkirakan akan terjadi pada pertemuan arus kendaraan dari Trans Jawa, Bandung, dan Sumatra, khususnya di sekitar KM 66 Tol Jakarta–Cikampek. Oleh karena itu, seluruh jajaran disiagakan untuk menjaga kelancaran arus balik.
Data Kendaraan yang Berpindah
Sementara itu, Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono menyampaikan data terkini mengenai jumlah kendaraan yang keluar dan masuk Jakarta. Hingga Sabtu pukul 14.00 WIB, tercatat sekitar 2,7 juta kendaraan telah keluar dari Jakarta atau setara 93 persen dari total proyeksi. Sedangkan kendaraan yang sudah kembali masuk ke Jakarta mencapai sekitar 2,5 juta.
"Masih terdapat selisih sekitar 190 ribu kendaraan yang diperkirakan akan menjadi puncak arus balik pada tanggal 4 (Januari - red)," kata Rivan.
Menurutnya, dari kendaraan yang kembali ke Jakarta tersebut, sebanyak 53 persen berasal dari arah Jawa Barat melalui Tol Cipularang, sementara 47 persen lainnya dari Trans Jawa. Kondisi ini menunjukkan potensi peningkatan arus balik dari Trans Jawa pada Minggu.
"Jika terjadi kepadatan, contraflow dari KM 70 sampai KM 47 sudah kami siapkan sebagai langkah antisipasi," ujarnya.
Harapan Menteri Perhubungan
Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi mengapresiasi sinergi lintas sektor dalam pengelolaan arus mudik dan balik Nataru. Ia berharap hingga puncak arus balik, perjalanan masyarakat tetap berlangsung aman dan lancar.
"Kami mengimbau masyarakat untuk mematuhi rambu lalu lintas, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta memperhatikan informasi lalu lintas dan cuaca agar perjalanan kembali ke rumah berjalan dengan selamat," ujar Dudy.
Langkah Antisipasi yang Dilakukan
Untuk memastikan kelancaran arus balik, beberapa langkah antisipasi telah disiapkan, antara lain:
- Strategi alih arus: Pemindahan jalur lalu lintas untuk mengurangi kepadatan.
- Contraflow: Penggunaan jalur yang biasanya digunakan untuk arah kebalik sebagai alternatif jika diperlukan.
- Pengendalian di rest area: Penjagaan dan pengaturan di tempat istirahat untuk mencegah kemacetan.
- Pemantauan langsung: Koordinasi dan pemantauan dari Command Center Korlantas Polri.
Dengan persiapan yang matang dan kerja sama antar lembaga, diharapkan arus balik libur Nataru 2025/2026 dapat berjalan dengan lancar dan aman bagi masyarakat.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar