Puncak arus balik Tahun Baru diprediksi besok, 324 ribu kendaraan kembali ke Jabotabek

Pemantauan Arus Balik di Wilayah Jabotabek

Jasa Marga mencatat sebanyak 324.298 kendaraan sudah kembali ke wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jobotabek) sejak Kamis (1/1) sampai Sabtu (3/1). Angka tersebut diprediksi akan terus meningkat hingga fase puncak arus balik libur panjang Natal dan tahun baru (Nataru) yang dijadwalkan berlangsung besok (4/1).

Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan A. Purwantono menjelaskan bahwa angka ini merupakan total kumulatif dari empat Gerbang Tol (GT) Utama. Keempat GT tersebut adalah GT Cikupa (dari arah Merak), GT Ciawi (dari arah Puncak), GT Cikampek Utama (dari arah Trans Jawa), dan GT Kalihurip Utama (dari arah Bandung).

”Total volume lalu lintas ini naik sebesar 16,24 persen dibandingkan lalu lintas normal yang mencapai 278.918 kendaraan,” ujarnya.

Rivan merinci lebih lanjut bahwa volume kendaraan tersebut terdiri dari 147.817 kendaraan atau sekitar 45,59 persen dari arah Timur, yaitu Trans Jawa dan Bandung. Selanjutnya, 90.590 kendaraan atau 27,94 persen dari arah Barat (Merak) dan 85.801 kendaraan atau 26,46 persen dari arah Selatan (Puncak).

Berdasarkan data yang diperoleh, diperkirakan sebanyak 2,8 juta kendaraan akan kembali ke Jabotabek. Dari catatan Jasa Marga, mulai tanggal 18 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026, sudah tercatat sebanyak 2.472.184 kendaraan yang masuk. Angka ini setara dengan 86 persen dari proyeksi total 2,8 juta kendaraan.

Namun, Rivan menegaskan bahwa puncak arus balik ke Jabotabek diprediksi akan terjadi pada hari Minggu. Hal ini bertepatan dengan berakhirnya masa libur panjang. Oleh karena itu, pihaknya telah mengambil langkah antisipasi bersama instansi terkait seperti Korlantas Polri.

”Jasa Marga memprediksi puncak arus balik ke wilayah Jabotabek akan terjadi pada akhir pekan ini, yakni Minggu. Untuk itu, kami telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif,” jelasnya.

Langkah antisipasi yang dilakukan oleh Jasa Marga antara lain:

  • Optimalisasi layanan operasional
  • Pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan kepadatan
  • Kesiapan petugas dan sarana pendukung di lapangan guna memastikan perjalanan pengguna jalan tetap aman dan lancar

Selain itu, Jasa Marga juga melakukan koordinasi intensif dengan kepolisian dan mendukung rencana rekayasa lalu lintas yang diperlukan sesuai diskresi kepolisian.

Rivan mengimbau pengguna jalan tol untuk mengatur jadwal perjalanan secara cermat dan memanfaatkan waktu di luar jam-jam padat guna mengurangi potensi kepadatan lalu lintas. Jasa Marga berharap perjalanan pengguna jalan tol selama periode Nataru 2025-2026 dapat berlangsung aman, nyaman, lancar, dan berkeselamatan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan