
Perbaikan Kinerja Bea Cukai Dalam Sebulan, Menteri Keuangan Optimis
Perkembangan Kinerja DJBC
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) telah menunjukkan perbaikan setelah sebelumnya diingatkan untuk membenahi berbagai masalah internal. Ia mengatakan bahwa pihaknya memberikan waktu selama satu tahun bagi DJBC untuk melakukan perbaikan.
"Kami minta waktu satu tahun untuk memperbaiki Bea Cukai. Ini kan beberapa minggu saja sudah lumayan, artinya mereka mampu. Memang perlu didorong saja," ujar Purbaya saat ditemui di Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (12/12).
Ia menjelaskan bahwa saat ini belum ada koordinasi dengan pihak lain terkait wacana merumahkan pegawai Bea Cukai karena teguran yang diberikan bersifat sebagai pengingat. Menurutnya, langkah tersebut baru akan dipertimbangkan jika DJBC tidak berhasil menunjukkan kemajuan dalam setahun ke depan.
"Tapi kalau sudah maju, sudah bagus, buat apa lagi? Jadi, masih terlalu dini untuk ngomong dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) tentang pembekuan pegawai. Masih belum ke sana langkahnya," tambahnya.
Fokus pada Peningkatan Teknologi dan SDM
Saat ini, Purbaya menegaskan bahwa fokus utamanya adalah memperbaiki Bea Cukai semaksimal mungkin, termasuk dalam pemanfaatan teknologi dan pelatihan sumber daya manusia (SDM). Ia meyakini bahwa langkah-langkah tersebut telah menunjukkan hasil yang terlihat dari peluncuran tiga teknologi baru di Bea Cukai.
Beberapa teknologi yang diluncurkan antara lain alat pemindai peti kemas (X-Ray) dengan fitur radiation portal monitor (RPM), Self Service Report Mobile (SSR-Mobile), dan Trade AI. Ia juga menyebut bahwa pihaknya telah melatih cukup banyak orang dan hal ini harus dipertahankan serta dijaga, karena membangun sesuatu yang baru tidak segampang itu.
Wacana Merumahkan Pegawai Bea Cukai
Wacana merumahkan karyawan Bea Cukai muncul pada akhir November lalu. Saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (27/11), Purbaya memberikan tenggat waktu setahun untuk DJBC memperbaiki kinerja. Ia menyatakan bahwa jika DJBC gagal memperbaiki kinerja, maka sekitar 16 ribu orang pegawai Bea Cukai akan dirumahkan.
"Orang Bea Cukai pintar-pintar, dan siap untuk mengubah keadaan," ujarnya.
Namun, menurut dia, para petinggi maupun staf Bea Cukai memahami masalah yang mereka hadapi. Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama menyatakan komitmennya untuk memperbaiki kinerja, pelayanan, serta menghapus citra negatif instansi yang dipimpinnya.
Langkah-Langkah yang Dilakukan DJBC
DJBC telah melakukan beberapa langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi operasional. Salah satunya adalah penerapan teknologi canggih seperti X-Ray dengan fitur RPM yang dapat mendeteksi radiasi berbahaya. Selain itu, SSR-Mobile memungkinkan proses pelaporan lebih cepat dan mudah, sedangkan Trade AI membantu dalam analisis data perdagangan.
Selain itu, pelatihan SDM juga menjadi prioritas. DJBC telah melakukan pelatihan intensif kepada pegawainya agar lebih mampu menghadapi tantangan di bidang bea dan cukai. Dengan peningkatan kompetensi dan penggunaan teknologi, DJBC berharap bisa memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat dan pelaku usaha.
Tantangan dan Harapan
Meskipun ada upaya perbaikan, DJBC masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk kesulitan dalam mengelola arus barang dan mengurangi potensi penyimpangan. Namun, dengan dukungan penuh dari pemerintah dan komitmen internal, DJBC optimis bisa mencapai target perbaikan dalam jangka waktu yang ditentukan.
Dengan adanya inovasi teknologi dan peningkatan kapasitas SDM, DJBC diharapkan bisa menjadi institusi yang lebih profesional dan efisien, sehingga mampu memberikan kontribusi maksimal dalam perekonomian nasional.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar