Purbaya Optimis IHSG Capai 10.000 Tahun 2026


nurulamin.pro.CO.ID, JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keyakinannya bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu melewati level 10.000 pada akhir tahun 2026.

“Apakah IHSG akan mencapai 10.000 tahun depan? Oh, lebih dari itu. Lebih tinggi jika tahun depan,” ujar Purbaya saat berada di Jakarta, Rabu (31/12/2025).

Menurutnya, secara fundamental, IHSG seharusnya sudah berada di level yang lebih tinggi pada tahun ini. Namun, pencapaian tersebut sempat tertahan oleh dinamika kebijakan dan sentimen pasar.

Pada penutupan bursa tahun ini, IHSG menguat sebesar 2,68 poin atau 0,03 persen menjadi 8.646,94. Capaian ini tidak sesuai dengan prediksi Purbaya sebelumnya yang menyatakan IHSG bisa mencapai 9.000.

“Seharusnya, jika desainnya sesuai dengan rencana saya, sekarang sudah mencapai 9.000. Tapi, kini angka tersebut masih rendah. Kedepannya, dengan kebijakan yang semakin sinkron dan kondisi ekonomi yang semakin baik, IHSG harus naik lebih cepat,” katanya.

Sementara itu, indeks LQ45 yang terdiri dari 45 saham unggulan justru turun sebesar 5,47 poin atau 0,64 persen menjadi 846,57 pada penutupan bursa akhir tahun.

Pengamat Pasar Modal Indonesia, Reydi Octa, menilai penguatan IHSG di akhir 2025 didorong oleh sentimen pemangkasan suku bunga, baik global maupun domestik, yang meningkatkan minat risiko investor terhadap aset di negara berkembang.

“Penguatan IHSG di akhir 2025 didorong oleh tren pemangkasan suku bunga global dan domestik, sehingga meningkatkan risk appetite investor untuk mulai masuk ke emerging market,” ujarnya.

Selain itu, kinerja emiten yang relatif solid, khususnya saham-saham berkapitalisasi besar, turut mendukung pergerakan IHSG. Faktor window dressing juga dinilai meningkatkan aktivitas transaksi di akhir tahun.

Memasuki tahun 2026, Reydi menilai sejumlah faktor masih akan menjadi perhatian utama investor, antara lain arah kebijakan suku bunga, dinamika geopolitik, serta pertumbuhan ekonomi global dan domestik.

“Kinerja emiten big cap dan inflow asing yang masif, terutama sejak kepemilikan investor asing menjadi minoritas di IHSG, akan menjadi penentu arah pergerakan indeks ke depan,” ujarnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan