Purbaya Pasang "Kucing" di Pelabuhan Tikus


JAKARTA, berita
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat ini tengah fokus untuk memastikan upaya pencegahan kebocoran barang ilegal melalui pelabuhan-pelabuhan tikus yang ada di dalam negeri. Ia mengatakan bahwa langkah-langkah pencegahan tersebut harus dilakukan seoptimal mungkin agar bisa menutup celah-celah yang sering dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan.

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya bercanda dengan menyampaikan rencana untuk memasang kucing di pelabuhan tikus. Hal ini dilakukannya karena pelabuhan-pelabuhan tersebut kerap menjadi jalur utama bagi arus keluar dan masuk barang ilegal.

"Kalau masuk pakai pelabuhan tikus, ya kita mesti pasang kucing disitu kelihatannya, Pak. Itu belum tentu bisa dijaga," ujar Purbaya saat ditemui di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (12/12/2025).

Langkah ini diambil setelah ia melakukan peluncuran penggunaan alat pemindai atau X-ray untuk peti kemas yang telah dipasang di pelabuhan besar Indonesia. Tujuannya adalah untuk memperkuat transparansi dan keamanan arus barang di perbatasan. Namun, ia mengakui bahwa alat tersebut mungkin masih belum maksimal dalam mencegah kebocoran.

Oleh karena itu, Purbaya menegaskan bahwa peran para pegawai bea cukai tetap penting dalam memantau jalur-jalur tikus di pelabuhan yang ada di Indonesia.

"Peluangnya untuk setiap pelabuhan yang memakai sistem ini, peluangnya akan semakin kecil impor-ekspor ilegal lagi," tegas Purbaya.

Ia bahkan mengancam jika Bea Cukai tidak segera berbenah, maka nasib institusi ini akan terancam. Jika perbaikan kinerja tidak tercapai dalam waktu satu tahun, sekitar 16.000 pegawai berpotensi dirumahkan. Bahkan, Purbaya menyampaikan bahwa ia bersedia merumahkan hingga pensiun jika Bea Cukai tidak segera berbenah.

Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah sedang melakukan perombakan besar-besaran atas sistem IT Bea Cukai. Ia menyoroti bahwa sistem integrasi antarinstansi selama ini masih jauh dari ideal.

Sekarang kita sedang revamp itu biaya cukai kita, termasuk seluruh sistem IT-nya. SIMBARA itu ngakunya terintegrasi, tapi belum terintegrasi betul, katanya.

Menurutnya, tim khusus yang berbasis di Lembaga National Single Window (LNSW) kini bekerja setiap minggu untuk menyempurnakan integrasi data antara Ditjen Bea Cukai, Ditjen Pajak, Kementerian ESDM, dan kementerian lain yang terkait.

Untuk menekan praktik underinvoicing, pemerintah juga memperkuat instrumen pengawasan fisik. Ke depan, proses verifikasi akan dipusatkan di Jakarta agar daerah tidak memiliki celah untuk bermain-main di Bea Cukai.

Ia menargetkan sistem tersebut mulai berjalan penuh pada Maret tahun depan. Pemerintah memperkirakan perlu tambahan investasi sekitar Rp 45 miliar guna memperkuat infrastruktur teknologi informasi untuk mengembangkan Trade AI di pelabuhan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan