Purbaya Pastikan Anggota TNI di Sumatra Dibayar Meski Makan Nasi Bungkus

Purbaya Pastikan Anggota TNI di Sumatra Dibayar Meski Makan Nasi Bungkus

Purbaya Yudhi Sadewa Pastikan Anggaran untuk TNI di Wilayah Bencana Sumatra

Menteri Keuangan Republik Indonesia (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa para anggota TNI yang bertugas di wilayah terdampak bencana Sumatra akan menerima pembayaran sesuai dengan kerja keras mereka. Menurutnya, sudah ada anggaran yang disediakan khusus untuk hal tersebut.

Purbaya menjelaskan bahwa anggaran bisa dikeluarkan asalkan penggunaannya tepat dan sesuai dengan kebutuhan. Ia menyampaikan pernyataannya dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan RI, Jakarta, pada Rabu (31/12/2025).

"Kita bayar sesuai permintaan KSAD-nya. Kalau pintar-pintar ya sisipin aja, kan bisa buat anggaran ini, buat tenaga kerja kan bisa, asal masuk akal kita keluarin," ujar Purbaya.

Prihatin Melihat Kondisi Anggota TNI di Daerah Bencana

Masih dalam konferensi pers yang sama, Purbaya mengungkapkan rasa prihatinnya saat melihat kondisi anggota TNI yang bertugas di daerah bencana Sumatra. Menurutnya, para prajurit tersebut harus diperlakukan secara layak.

"Kan kasihan tuh makannya nasi bungkus rupanya. Di YouTube, saya lihat makan di karton, lho, di TikTok. Kan kasihan kayak gitu, sudah kerja capek. Saya pikir harus perlakukan lebih layak," tegasnya.

BNPB Hanya Berikan Dukungan Konsumsi untuk TNI AD

Sebelumnya, Purbaya menanggapi curahan hati dari KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak mengenai terbatasnya dukungan yang diterima TNI AD dalam menangani bencana di Sumatra. Maruli mengungkapkan bahwa BNPB hanya memberikan dukungan sebatas urusan konsumsi untuk TNI AD.

Lebih lanjut, kata Maruli, tidak ada dukungan dari BNPB untuk membeli barang atau perlengkapan untuk penanganan bencana di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Selain itu, dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum RI (PU) juga hanya berupa uang makan.

"BNPB juga hanya dukung makan Pak, enggak ada beli barang, pengiriman semua, enggak ada," kata Maruli dalam rapat Satgas Pemulihan Pascabencana DPR di Aceh, Selasa (30/12/2025).

Purbaya Mengkritik Kebijakan BNPB

Purbaya kemudian menanggapi pengakuan Maruli dengan mencoba mengonfirmasinya lagi. "Bapak nggak minta kali?" tanya Purbaya. "Waduh, saya udah minta semua orang Pak, enggak ada yang ngasih," jawab Maruli, yang disambut gelak tawa peserta rapat.

Setelah memastikan bahwa BNPB hanya memberikan dukungan konsumsi kepada anggota TNI AD, Purbaya menanggapinya dengan candaan bahwa BNPB pelit. "Masih ada satu hari, kalau bisa diambil, ya diambil. Yang sehari ini besok saya cairkan langsung, begitu ada suratnya dari BNPB. Oh, cuman makan doang?" tanya Purbaya.

"Makan doang," jawab Maruli. "Wah, lu pelit juga lu BNPB, jangan gitu... Gue kasih duitnya," kata Purbaya.

Update Bencana Sumatra 2025

Jumlah korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra Utara (Sumut), Sumatra Barat (Sumbar), dan Aceh kini sudah menembus 1.150 jiwa. Menurut update informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Rabu (31/12/2025), tercatat ada 1.154 korban tewas di ketiga provinsi tersebut.

Angka itu merupakan penambahan 13 jiwa dari angka pada Selasa (30/12/2025) kemarin, yang tercatat 1.141 korban jiwa. Rinciannya, korban meninggal dunia terbanyak ada di Aceh, yakni 572 orang, disusul Sumut 365 orang, dan di Sumbar ada 262 orang.

Sementara, ada 165 orang yang dilaporkan hilang, dengan rincian di Aceh 31 orang, di Sumut 60 orang, dan di Sumbar 74 orang. Jumlah pengungsi ada sebanyak 378.164 orang. Terbanyak di Aceh, yakni ada 365.655 orang, disusul Sumut sebanyak 11.574 orang, dan Sumbar 9.935 orang.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan