Purbaya yakin IHSG melonjak ke 10.000 pada 2026

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan keyakinan yang tinggi terhadap prospek Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di masa depan. Menurutnya, IHSG berpotensi melanjutkan tren penguatannya dan bahkan bisa menembus level psikologis 10.000 pada tahun 2026. Keyakinan ini didasarkan pada arah kebijakan ekonomi yang semakin selaras serta prospek fundamental ekonomi nasional yang semakin stabil.

Purbaya menyatakan bahwa kinerja pasar saham Indonesia saat ini seharusnya lebih baik jika desain kebijakan sebelumnya berjalan sesuai dengan rencana awal. Ia menilai, dengan peningkatan koordinasi kebijakan di masa depan, ruang untuk penguatan IHSG masih sangat besar.

“Kalau dulu desainnya sesuai dengan apa yang saya harapkan, sekarang sudah mencapai 9.000. Tapi sekarang belum sampai itu. Dengan kebijakan yang semakin sinkron dan kondisi ekonomi yang makin baik, IHSG akan naik lebih cepat,” ujar Purbaya menjawab pertanyaan dari sumber tertentu.

Optimisme tersebut muncul di tengah capaian positif IHSG yang menutup perdagangan sepanjang tahun 2025. Pada akhir perdagangan tahun 2025, Selasa (30/12/2025), IHSG ditutup menguat tipis sebesar 2,68 poin atau 0,03 persen ke level 8.646,93. Selama sesi tersebut, pergerakan saham terpantau cukup seimbang dengan 346 saham menguat, 317 saham melemah, dan 146 saham stagnan.

Capaian ini menjadi awal yang baik bagi pasar modal dalam memasuki tahun 2026. Purbaya menilai, kombinasi antara stabilitas makroekonomi, kebijakan fiskal dan moneter yang semakin selaras, serta perbaikan iklim investasi akan menjadi pendorong utama reli lanjutan IHSG.

Saat ditanya apakah indeks acuan bursa Indonesia bisa menembus level 10.000 pada tahun depan, Purbaya memberikan jawaban yang tegas dan penuh keyakinan. “Apakah IHSG bisa menembus 10.000 pada tahun depan? Oh iya, pasti lebih dari itu,” katanya.

“Lebih dari 10.000, ya. Di akhir tahun depan, pasti akan melebihi angka tersebut,” tegasnya dengan nada percaya diri tinggi.

Faktor-Faktor Pendukung Penguatan IHSG

Berikut beberapa faktor yang diyakini oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai pendorong utama penguatan IHSG:

  • Stabilitas Makroekonomi: Kondisi ekonomi yang stabil menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan pasar modal. Hal ini mencakup inflasi yang terkendali, pertumbuhan ekonomi yang positif, serta keseimbangan neraca pembayaran.

  • Kebijakan Fiskal dan Moneter yang Selaras: Koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter yang baik akan menciptakan lingkungan yang mendukung investasi dan pertumbuhan ekonomi. Kebijakan yang konsisten dan transparan juga meningkatkan kepercayaan investor.

  • Perbaikan Iklim Investasi: Penyederhanaan regulasi, pengurangan birokrasi, serta insentif yang lebih menarik bagi investor domestik maupun asing akan mendorong aliran dana masuk ke pasar modal.

  • Prospek Ekonomi Nasional yang Solid: Pertumbuhan sektor-sektor strategis seperti industri, pariwisata, dan teknologi akan memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja IHSG.

Harapan dan Tantangan di Tahun 2026

Meskipun ada optimisme yang tinggi, Purbaya juga menyadari adanya tantangan yang perlu diperhatikan. Misalnya, fluktuasi harga komoditas global, risiko gejolak politik, serta ketidakpastian ekonomi global tetap menjadi faktor yang perlu diwaspadai.

Namun, ia yakin bahwa dengan kebijakan yang tepat dan koordinasi yang baik, pasar modal Indonesia dapat menghadapi tantangan tersebut dengan baik. Purbaya menegaskan bahwa IHSG memiliki potensi besar untuk tumbuh lebih cepat dan mencapai level yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Dengan demikian, tahun 2026 diharapkan menjadi tahun yang penting bagi pasar modal Indonesia. Jika semua faktor pendukung bekerja secara optimal, maka pencapaian IHSG di atas level 10.000 bukanlah hal yang tidak mungkin.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan