
Puskesmas Kasemen Terendam Banjir, Layanan Kesehatan Terhambat
Puskesmas Kasemen, sebagai pusat layanan kesehatan tingkat pertama di wilayahnya, kini harus beroperasi dalam situasi yang tidak ideal. Banjir yang terjadi pada Jumat malam mengakibatkan area parkir, ruang pelayanan, hingga bagian belakang gedung tergenang air. Hal ini menyebabkan sebagian besar aktivitas medis mengalami keterbatasan.
Kasubag TU Puskesmas, Iwan Kuswono, menjelaskan bahwa air awalnya mulai naik saat waktu Magrib. Beberapa jam kemudian, air mulai merembes masuk dan terus meninggi hingga pukul 21.00–22.00 WIB. Luapan dari saluran air yang terhubung ke kawasan permukiman belakang diduga menjadi jalur masuknya genangan. Ketinggian air di dalam ruangan mencapai atas mata kaki, sehingga menyulitkan petugas untuk bergerak dan memindahkan perlengkapan.
Meskipun saat ini arus sungai membantu mendorong air keluar, sisa genangan masih menghambat sebagian ruang pelayanan. Situasi tersebut memberi dampak nyata terhadap aktivitas kesehatan. Pada malam kejadian, terdapat pasien yang hendak melahirkan namun penanganan terpaksa tidak dapat dilakukan di puskesmas karena kondisi ruangan tidak mendukung. Sebagian pasien akhirnya dirujuk atau memilih kembali ke rumah.
Saat ini, layanan IGD dan persalinan tetap beroperasi secara terbatas. Petugas menyesuaikan prosedur dan memastikan tindakan hanya dilakukan pada kondisi yang aman bagi pasien maupun tenaga medis. Langkah pengamanan langsung dilakukan dengan memindahkan peralatan medis, komputer, dan perangkat elektronik ke tempat yang lebih tinggi.
Meski sebagian alat dapat diselamatkan, sejumlah perlengkapan administrasi seperti kertas dan arsip kantor rusak akibat terendam. Peristiwa ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan fasilitas kesehatan terhadap risiko banjir.
Di tengah keterbatasan, tenaga kesehatan tetap berdiri di garis depan, memastikan warga tidak kehilangan akses layanan utama di saat situasi darurat.
Dampak Banjir terhadap Operasional Puskesmas
- Area Terendam: Air menggenangi area parkir, ruang pelayanan, dan bagian belakang gedung.
- Kemacetan Operasional: Petugas kesulitan bergerak dan memindahkan perlengkapan medis.
- Pengalihan Pasien: Sebagian pasien yang hendak melahirkan dipindahkan ke tempat lain.
- Kerusakan Administrasi: Banyak dokumen dan arsip kantor rusak akibat terendam air.
Upaya Penanggulangan
- Pemindahan Alat Medis: Peralatan medis, komputer, dan perangkat elektronik dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi.
- Penyesuaian Prosedur: Layanan IGD dan persalinan tetap beroperasi dengan protokol yang diperketat.
- Pemantauan Kondisi: Petugas terus memantau situasi dan memastikan keamanan bagi pasien dan tenaga medis.
Pentingnya Kesiapsiagaan
Peristiwa ini menegaskan betapa pentingnya kesiapan fasilitas kesehatan dalam menghadapi bencana alam seperti banjir. Selain itu, juga menjadi pengingat bahwa langkah-langkah pencegahan dan tanggap darurat harus selalu dipersiapkan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar