Putri TTU jadi pencetak gol tunggal timnas futsal Indonesia di SEA Games 2025

Putri TTU jadi pencetak gol tunggal timnas futsal Indonesia di SEA Games 2025

Kehidupan Quesepina Astyn Olin, Putri dari Kabupaten TTU yang Sukses Masuk Timnas Futsal Putri Indonesia

Quesepina Astyn Olin, seorang putri asal RT 30, RW 003, Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan masuknya ke dalam Tim Nasional (Timnas) Futsal Putri Indonesia. Kini, ia tengah berlaga di ajang SEA Games 2025 Thailand, sebuah momen penting bagi dirinya dan keluarganya.

Awal kiprah Astyn dalam dunia futsal dimulai dari tingkat daerah, yaitu sebagai pemain futsal putri di Kabupaten TTU. Meskipun berasal dari daerah, kemampuan yang dimiliki oleh Astyn tidak bisa dipandang remeh. Dengan skill yang memukau, ia sering kali tampil di berbagai pertandingan di kota Provinsi NTT, sehingga membuatnya menjadi perhatian banyak pihak.

Kemudian, karena prestasinya yang terus meningkat, Astyn akhirnya dikontrak oleh klub futsal ternama, yaitu Kuda Laut Nusantara. Bergabungnya Astyn di klub ini membuka jalan baginya untuk mengikuti seleksi masuk Timnas Futsal Putri Indonesia. Setelah melewati berbagai tahapan seleksi, Astyn akhirnya berhasil lolos dan menjadi salah satu pemain Timnas Futsal Putri Indonesia.

Yohanes Anunut, saudara Astyn, memberikan konfirmasi tentang hal tersebut kepada media pada Jumat, 12 Desember 2025. Ia menjelaskan bahwa adiknya itu telah mengikuti seleksi masuk Timnas Futsal Putri pada bulan Agustus lalu dan berhasil menjadi bagian dari tim nasional.

"Adik saya, Astyn, mengikuti seleksi masuk Timnas Futsal Putri pada bulan Agustus kemarin dan berhasil masuk menjadi salah satu pemain Timnas Futsal Putri," ujar Yohanes.

Setelah lolos seleksi, Astyn dan rekan-rekannya mulai menjalani latihan intensif selama beberapa bulan. Latihan tersebut bertujuan untuk mempersiapkan mereka menghadapi kompetisi bergengsi seperti SEA Games 2025 Thailand. Pada akhirnya, mereka pun berangkat ke Thailand untuk mengikuti ajang tersebut.

"Setelah lolos masuk ke Timnas Futsal Putri, mereka baru berangkat ke Thailand untuk mengikuti SEA Games pada 2 Desember 2025 kemarin," jelas Yohanes.

Pada laga pertama yang diikuti oleh Timnas Futsal Putri Indonesia, mereka berhadapan dengan Vietnam. Meskipun kalah dengan skor 3-1, keluarga Astyn tetap bangga karena ia berhasil menjadi pencetak gol tunggal bagi Timnas Futsal Putri Indonesia.

"Laga pertama mereka memang kalah dari Vietnam, namun kami sangat bangga dengan adik kami Astyn karena ia menjadi satu-satunya pencetak gol tunggal dari Timnas Futsal Putri Indonesia ke gawang Vietnam," ungkap Yohanes.

Perjalanan Karier yang Menginspirasi

Perjalanan Astyn dari pemain lokal hingga masuk ke Timnas Futsal Putri Indonesia adalah contoh nyata dari ketekunan dan dedikasi. Dari awalnya hanya bermain di tingkat daerah, ia mampu menembus level nasional melalui kerja keras dan bakat yang dimilikinya. Kini, ia menjadi harapan bagi banyak pemain muda di daerah, terutama di wilayah Kabupaten TTU.

Astyn juga menjadi inspirasi bagi anak-anak di lingkungan sekitarnya, terutama para pemain futsal putri. Dengan prestasinya, ia membuktikan bahwa dengan usaha dan semangat, seseorang bisa meraih impian yang terlihat sulit.

Berikut adalah beberapa langkah yang dilalui oleh Astyn dalam perjalanannya:

  • Awal karier sebagai pemain futsal putri di tingkat daerah
  • Bermain di berbagai pertandingan di kota Provinsi NTT
  • Dikontrak oleh klub futsal Kuda Laut Nusantara
  • Mengikuti seleksi masuk Timnas Futsal Putri Indonesia
  • Lolos dan berlatih beberapa bulan sebelum berangkat ke Thailand
  • Berlaga di SEA Games 2025 Thailand

Dengan pengalaman yang ia dapatkan, Astyn kini memiliki peluang besar untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi besar bagi olahraga futsal di Indonesia.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan