
Gunung Kerinci yang berada di Kabupaten Kerinci, Jambi, dan Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, mengalami peningkatan aktivitas kegempaan vulkanik sejak Rabu, 31 Desember 2025, pukul 18.00 WIB. Meskipun demikian, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tetap mempertahankan status Gunung Kerinci pada Level II atau Waspada.
Plt. Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Lana Saria, menjelaskan bahwa hingga pukul 20.25 WIB, tercatat sebanyak 29 kejadian gempa vulkanik dangkal dan enam kejadian gempa vulkanik dalam. "Pengamatan lebih intensif akan dilakukan untuk antisipasi kenaikan jumlah gempa vulkanik dalam dan vulkanik dangkal yang lebih signifikan," ujar Lana dalam keterangan resminya, Rabu.
Rekaman kegempaan selama periode 16-30 Desember 2025 menunjukkan aktivitas cukup tinggi. Tercatat 327 kali gempa embusan, 425 kali gempa low frequency, 870 kali gempa hybrid/fase banyak, 10 kali gempa vulkanik dangkal, lima kali gempa vulkanik dalam, satu kali gempa tektonik lokal, 32 kali gempa tektonik jauh, dan tiga kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 0,1-0,3 mm, dominan 0,2 mm.
Lana menambahkan bahwa hasil pengamatan visual ke arah kawah puncak Gunung Kerinci periode 16-30 Desember 2025 terlihat jelas hingga tertutup kabut. Saat cuaca cerah, teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 50-100 meter dari puncak. Warna embusan gas menunjukkan dominan uap air, tidak ada material batuan atau abu yang terbawa ke permukaan. "Pengamatan visual pada 31 Desember pukul 21.22 WIB tidak teramati adanya embusan gas dari arah kawah puncak," katanya.
Sementara grafik real-time seismic amplitude measurement menggambarkan energi gempa fluktuatif dan menunjukkan pola kenaikan pada akhir periode pengamatan. Perhitungan nilai (S-P) gempa vulkanik dalam menunjukkan nilai lebih dari satu detik, mengindikasikan aktivitas fluida dominan gas pada kedalaman yang relatif besar.
Adapun kenaikan jumlah gempa vulkanik pada 31 Desember lebih rendah dibandingkan peningkatan terakhir pada 3 November 2025. PVMBG akan terus memantau secara intensif, terutama jika terjadi pemendekan nilai (S-P), peningkatan gradual pada grafik RSAM, kemunculan getaran tremor dengan nilai amplitudo membesar, dan perubahan atau anomali visual.
PVMBG merekomendasikan agar masyarakat dan pengunjung atau wisatawan tidak mendekati dan beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah puncak Gunung Kerinci. Potensi bahaya saat ini berupa gas vulkanik konsentrasi tinggi serta lontaran batuan pijar jika terjadi erupsi.
"Masyarakat agar mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi melalui PVMBG, serta tidak terpancing oleh berita-berita yang tidak benar dan tidak bertanggung jawab mengenai aktivitas Gunung Kerinci," kata Lana.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar