TERAS GORONTALO- Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo mengawali tahun 2026 dengan menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan pada Jumat (2/1/2026). Rakorev yang berlangsung di lingkungan Pemkot Gorontalo itu dipimpin langsung oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, didampingi Wakil Wali Kota Indra Gobel dan Sekretaris Daerah Ismail Madjid. Kegiatan tersebut diikuti oleh pejabat eselon IV serta pejabat fungsional (Jafung).
Dalam arahannya, Wali Kota Adhan menegaskan bahwa kinerja menjadi satu-satunya ukuran utama dalam menilai aparatur.
Adhan kembali menekankan bahwa tidak ada ruang bagi pertimbangan kedekatan personal maupun kepentingan politik dalam penilaian kerja.
“Sejak awal menjabat, yang saya lihat hanya kerja. Bukan soal politik, bukan juga soal suka atau tidak suka,” tegas Adhan.
Adhan menyadari gaya kepemimpinannya tidak selalu disukai semua pihak. Namun, hal itu menurutnya tidak akan memengaruhi kebijakan yang diambil.
Aparatur yang bekerja sungguh-sungguh akan tetap mendapatkan kepercayaan, sementara mereka yang hanya mencari perhatian tanpa hasil nyata akan terlihat dengan sendirinya.
“Saya tidak suka orang cari muka. Saya senang orang yang benar-benar bekerja,” ujarnya.
Wali Kota juga mengingatkan agar seluruh aparatur kembali fokus pada tugas dan tanggung jawab masing-masing. Di era keterbukaan informasi saat ini, lanjut Adhan, aktivitas aparatur mudah terpantau, baik melalui laporan masyarakat, media sosial, maupun komunikasi internal.
“Kota ini kecil, sekarang apa-apa cepat diketahui,” katanya.
Perhatian khusus turut diberikan pada penerapan TPP berbasis kinerja. Adhan meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memahami dan menjalankan sistem tersebut secara konsisten.
Menurutnya, TPP dirancang untuk mendorong aparatur menunjukkan hasil kerja harian, bukan sekadar memenuhi kehadiran.
“Kalau sistem ini tidak dipahami, yang rugi bukan saya, tapi kita sendiri,” ucapnya.
Adhan pun kembali mengulang prinsip kerja yang selama ini ditekankannya, yakni satu hari minimal satu pekerjaan yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan.
Menutup arahannya, Wali Kota Adhan menegaskan pentingnya disiplin dan tanggung jawab dalam bekerja. Ia memastikan bahwa kinerja yang baik akan berbanding lurus dengan penghargaan, sementara kelalaian juga akan memiliki konsekuensi.
“Kalau kerja baik, pasti ada penghargaan. Kalau tidak, jangan menuntut,” pungkasnya.**
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar