Pendataan Penduduk di Ibu Kota Nusantara
Badan Pusat Statistik (BPS) telah melakukan pendataan dasar terkait Ibu Kota Nusantara (IKN), termasuk penggunaan geotagging untuk memetakan kondisi perumahan. Salah satu hasil dari pemanfaatan teknologi ini menunjukkan bahwa terdapat ratusan rumah tangga di IKN yang belum memiliki fasilitas buang air besar (BAB).
Hasil Pendataan Penduduk Ibu Kota Nusantara (PPIKN) 2025, yang dilakukan BPS bersama Otorita IKN (OIKN), mencatat jumlah penduduk IKN pada 2025 sebanyak 147.427 jiwa atau 43.293 rumah tangga. Dalam pendataan tersebut, BPS juga melakukan geotagging keberadaan rumah tangga untuk mendukung intervensi program kebijakan pemerintah.
Beberapa indikator kinerja utama (IKU) OIKN dalam penyediaan hunian layak juga menjadi fokus dalam pendataan ini. “PPIKN mencatat sebanyak 232 rumah tangga atau 0,54 persen dari total rumah tangga yang lantai rumahnya masih berupa tanah. Selain itu, terdapat 142 rumah tangga atau sekitar 0,33 persen yang tidak memiliki fasilitas BAB,” ujar Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam acara Diseminasi Hasil dan Penyampaian Dokumen Publikasi PPIKN 2025 di Kantor BPS, Jakarta, Selasa (16/12/2025).
Selain itu, BPS juga melakukan pendataan mengenai sebaran rumah tangga dengan sumber utama penerangan bukan listrik. Tercatat, terdapat 49 rumah tangga atau sekitar 0,11 persen dari total rumah tangga di IKN yang tidak memiliki akses listrik. Sementara itu, terkait sumber air minum, BPS mencatat sebanyak 530 rumah tangga atau sekitar 1,22 persen dari total rumah tangga di IKN menggunakan sumber air minum utama dari air hujan.
Dengan adanya pendataan tersebut, Amalia berharap data mengenai kondisi penduduk di IKN dapat menjadi sumber yang kredibel dan menjadi arah bagi kebijakan pemerintah yang lebih tepat ke depan. “Sehingga ini dapat membantu Bapak dan Ibu di Bappenas maupun OIKN untuk terus merencanakan pembangunan IKN dengan lebih tepat sasaran,” tegasnya.

Sejumlah pekerja berjalan di kawasan rumah susun (rusun) Aparatur Sipil Negara (ASN) di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. - (ANTARA FOTO/Aditya Nugroho)
OIKN Mendukung Layanan Kesehatan di IKN
Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) berupaya mewujudkan layanan kesehatan yang adil dan merata di IKN yang dibangun di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, dengan terus melaksanakan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara konsisten.
“OIKN memastikan Program CKG terus dilaksanakan secara konsisten sebagai bagian dari implementasi kebijakan nasional,” ujar Direktur Pelayanan Dasar OIKN Suwito ketika ditanya mengenai pelaksanaan Program CKG di Sepaku, Penajam Paser Utara, Selasa (16/12/2025). “Upaya tersebut juga ditujukan untuk mewujudkan layanan kesehatan yang adil dan merata di IKN,” tambahnya.

Lapangan Istana Negara Ibu Kota Nusantara, Penajam Passer Utara, Kalimantan Tengah. - (nurulamin.pro/Edwin Dwi Putranto)
Program CKG dilaksanakan secara terbuka untuk umum. Menurut Suwito, program ini tidak hanya diperuntukkan bagi pegawai atau pekerja konstruksi di lingkungan IKN, tetapi dilaksanakan secara konsisten sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat.
OIKN juga memperluas akses layanan kesehatan dasar agar dapat diakses langsung oleh masyarakat, termasuk yang berada di Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) IKN. Berbagai layanan CKG disediakan, mulai dari pemeriksaan Indeks Massa Tubuh (IMT), tekanan darah, gula darah, rontgen, hingga skrining hepatitis.
Perwakilan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Pratono menambahkan bahwa pelaksanaan Program CKG di IKN sejalan dengan arah kebijakan pembangunan kesehatan nasional yang disinkronkan dengan arahan kepala negara. Dengan demikian, program ini dapat menjangkau sasaran yang lebih luas, termasuk pekerja konstruksi dan warga di sekitar IKN.
Penerima manfaat Program CKG tampak antusias dan merasa terbantu dengan adanya layanan kesehatan melalui program nasional tersebut. Salah satu penerima manfaat Program CKG, Sapta Haryana, yang telah tiga kali memanfaatkan program tersebut, mengatakan pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mudah, cepat, dan gratis. Oleh karena itu, ia berharap Program CKG dapat terus berlanjut.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar