Ratusan kendaraan terjebak banjir di Jalan Pahlawan, warga saling bantu

Ratusan kendaraan terjebak banjir di Jalan Pahlawan, warga saling bantu

Banjarmasin Dilanda Banjir, Puluhan Kendaraan Mogok di Jalan Pahlawan

Banjir yang terjadi di kawasan Jalan Pahlawan, Banjarmasin, mengakibatkan puluhan kendaraan bermotor mogok. Genangan air mencapai ketinggian yang nyaris menyentuh lutut orang dewasa, membuat pengendara kesulitan melintasi jalan tersebut. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (4/1/2025) pukul 23.00 Wita.

Genangan air yang luas mulai menyebar dari Jalan Pahlawan ke sekitar wilayahnya. Banyak sepeda motor yang terpaksa berhenti karena mesinnya mati akibat terendam air. Warga, terutama para remaja, turun tangan untuk membantu pengendara yang mengalami kendala.

“Hati-hati ambil trotoar, pelan-pelan,” seru salah satu warga kepada pengendara, mengingatkan agar mereka menghindari genangan air dengan naik ke trotoar.

Banyak kendaraan yang mengalami kegagalan mesin akibat terendam. Para remaja dan warga lainnya sigap mendorong kendaraan agar bisa segera menepi, sehingga air bisa dikuras dari mesin. Anang, salah satu pengendara yang motornya mogok, mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. “Nggih mogok nah, terima kasih sudah didorong akan,” katanya.

Fadiah, pengendara lainnya, juga mengalami hal serupa. Ia menjelaskan bahwa motornya sempat mogok di tengah genangan, namun kini telah aman setelah airnya dikuras. “Di tengah sana tadi mogoknya, tapi ini sudah aman keluar, sudah airnya,” ujarnya.

Banjir mulai naik sejak sore hari dan dengan cepat menutupi seluruh badan Jalan Pahlawan. Wilayah sekitar pun ikut terdampak, termasuk jalan masuk ke Taman Siring Kota dan gerbang masuk Kampung Sasirangan. “Mulai sore sudah naiknya, ini lebih dalam dari kemarin. Jadi kami turun bantu motor-motor yang mogok,” kata Ijul, warga setempat yang turut serta membantu pengguna jalan.

Puluhan remaja bersama warga saling bahu membahu mendorong kendaraan yang mogok di tengah genangan. Sementara itu, mobil-mobil yang melintas diimbau untuk memperlambat laju agar tidak menimbulkan gelombang air yang membasahi rumah dan toko warga di sisi jalan.

“Pelan-pelan Om, kasihan orang basah,” teriakan para pemuda sambil mengatur jalannya lalu lintas di tengah genangan.

Tidak hanya kendaraan, rumah-rumah warga pun tak luput terendam air. Sebagian warga memilih bertahan di lantai dua rumah, sementara lainnya mengungsi ke Mushollah sekitar. “Kena juga rumah saya, rencana mengungsi di Musholla sini,” tambah Ijul.

Warga kembali berharap adanya solusi dari pemerintah terkait banjir yang kerap melanda kawasan tersebut. “Yah kalau bisa ada solusilah dari pemerintah nih,” harap Ijul sambil terus memantau pengendara yang melintas.

Menjelang pergantian hari, tepat tengah malam, air mulai menunjukkan tanda-tanda surut meski perlahan. Namun, genangan di tengah jalan masih cukup tinggi. “Bisa mungkin jam 2 atau jam 3 baru benar-benar kering ini, Bang,” ujar Salim, warga terdampak.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan