Ratusan Orang Berkumpul di Jalan HZ Mustofa Tasikmalaya Malam Ini, Ada Hiburan Wayang Golek

Ratusan Orang Berkumpul di Jalan HZ Mustofa Tasikmalaya Malam Ini, Ada Hiburan Wayang Golek

Pergantian Tahun di Kota Tasikmalaya, Jalan HZ Mustofa Jadi Tempat Berdagang

Pada malam pergantian tahun 2025 ke 2026, Jalan HZ Mustofa di Kota Tasikmalaya ditutup sementara untuk memperingati momen penting ini. Penutupan jalan ini berlangsung mulai sore hari hingga pukul 01.00 WIB, yang membuat jalur utama tersebut menjadi tempat yang ramai dan penuh dengan aktivitas.

Banyak pedagang memanfaatkan kesempatan ini untuk menjajakan dagangan mereka. Mereka mengatur berbagai jajanan mulai dari seblak, bakso, cilok, telur gulung, usus krispi, gulali, hingga es teh jumbo. Semua ini berjejer di sepanjang jalan HZ Mustofa, menciptakan suasana yang menarik bagi pengunjung.

Biasanya, para pedagang menjual dagangannya di area yang disiapkan oleh Dinas KUMKM Perindag Kota Tasikmalaya, yaitu di samping Taman Kota. Namun, untuk sementara waktu, mereka diperbolehkan berjualan di pinggir jalan HZ Mustofa karena tidak ada kendaraan yang melewati jalur tersebut selama malam pergantian tahun.

Selain jajanan, masyarakat juga dapat menikmati hiburan seperti wayang golek dan pagelaran kesenian Sunda. Hal ini menambah semarak perayaan pergantian tahun di Kota Tasikmalaya.

Terdapat perbedaan dalam penutupan jalan kali ini dibandingkan tahun lalu. Sebelumnya, penutupan hanya sampai tugu Asmaul Husna. Namun, tahun ini penutupan diperpanjang hingga simpang Padayungan. Alasan utamanya adalah karena adanya rumah sakit di dekat jalan HZ Mustofa yang sering dikunjungi warga. Aturan ini diberlakukan agar tidak mengganggu kenyamanan pasien yang sedang menjalani pengobatan.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Moh Faruk Rozi menjelaskan bahwa penutupan jalan dilakukan demi kepentingan umum. "Semarak malam pergantian tahun sekarang mungkin sedikit berbeda, untuk tidak mengganggu kenyamanan pasien dalam masa pengobatan di salah satu rumah sakit. Makanya kita melakukan penutupan dari HZ Mustofa sampai simpang Padayungan," ujarnya.

Selain itu, AKBP Faruk juga meminta masyarakat untuk tidak menyalakan kembang api pada malam pergantian tahun. Larangan ini sesuai dengan aturan Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Seorang warga asal Mangkubumi, Nia Nuraeni (35), mengatakan bahwa dirinya sengaja datang ke Jalan HZ Mustofa untuk berkeliling dan menikmati jajanan. Menurutnya, pemandangan seperti ini hanya bisa dilihat saat pergantian tahun saja. Di malam lain, hal ini tidak terjadi.

"Beda banget, makanya mumpung ada momen ini saya sengaja ajak anak sama suami buat jalan-jalan," ucapnya.

Aktivitas dan Hiburan Selama Pergantian Tahun

Selain berbelanja dan menikmati jajanan, masyarakat juga dapat menikmati berbagai hiburan yang disediakan. Pertunjukan wayang golek dan kesenian Sunda memberikan nuansa budaya yang kental. Ini menjadi bagian dari upaya pemerintah setempat untuk menjaga tradisi dan memperkenalkan seni lokal kepada generasi muda.

Dalam acara ini, banyak keluarga yang berkumpul untuk merayakan bersama. Anak-anak bermain di sekitar jalan yang dipenuhi oleh keramaian, sementara orang tua menikmati hidangan dan suasana yang hangat.

Kesimpulan

Pergantian tahun di Kota Tasikmalaya tahun ini menunjukkan perubahan dalam cara masyarakat merayakan momen spesial ini. Meski ada pembatasan, namun hal ini justru membuka peluang bagi para pedagang untuk berjualan dan masyarakat untuk menikmati berbagai aktivitas yang tersedia. Dengan penutupan jalan yang lebih luas dan larangan menyalakan kembang api, harapannya adalah terciptanya suasana yang aman dan nyaman bagi semua pihak.



Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan