
Skandal Penipuan Wedding Organizer yang Membuat Ratusan Pasangan Calon Pengantin Kehilangan Impian Pernikahan
Sebuah skandal besar-besaran yang menimpa sebuah layanan jasa pernikahan atau Wedding Organizer (WO) milik Ayu Puspita kini menjadi sorotan di dunia maya. Banyak pasangan calon pengantin mengaku kecewa dan merasa tertipu setelah impian pernikahan mereka tidak terwujud akibat tindakan tidak profesional dari WO tersebut.
Kasus ini muncul setelah puluhan pasangan melaporkan bahwa mereka dikhianati oleh pihak WO yang diduga melakukan penipuan. Laporan ini datang dari berbagai wilayah sekitar Jakarta dan Jawa Barat, seperti Cileungsi, Bogor, Cimanggis, dan Bekasi. Seiring dengan jumlah korban yang semakin banyak, penanganan kasus ini resmi dipindahkan ke tingkat Polda Metro Jaya.
Iptu Edy Handoko, Kanit Reskrim Polsek Cipayung, mengonfirmasi kebenaran insiden ini. Menurutnya, para korban yang awalnya datang ke Polsek Cipayung telah diarahkan ke Polda Metro Jaya untuk mempermudah proses hukum.
"Memang benar kejadiannya. Korban yang melapor ini berasal dari berbagai daerah seperti Cileungsi, Bogor, Cimanggis, dan Bekasi," ujar Edy saat dikonfirmasi di Jakarta pada Senin, 8 Desember 2025.
Rumah Digerebek Ratusan Korban, Pelaku Diangkut ke Polda
Menurut informasi yang diterima Polsek Cipayung, aksi pengamanan terhadap terduga pelaku dilakukan pada hari Minggu sore. Ratusan korban yang marah dan merasa dirugikan berbondong-bondong mendatangi kediaman Ayu Puspita.
"Minggu sore itu, lokasi digerebek banyak orang. Kemudian, pelaku langsung dibawa ke Polda oleh para korban," terang Edy. Ia juga menjelaskan bahwa pengamanan tersebut bukan dilakukan oleh personel Polsek Cipayung.
Ironisnya, beberapa pasangan di wilayah Polsek Cipayung yang menggunakan jasa WO Ayu Puspita belum sempat melaporkan kerugian karena jadwal pernikahan mereka baru jatuh tempo pada minggu berikutnya.
"Untuk wilayah Polsek (Cipayung), masa jatuh tempo pernikahannya masih minggu depan. Jadi, laporan kerugian yang masuk secara resmi memang belum ada. Maka dari itu, korban yang datang kami sarankan ke Polda karena LP utamanya sudah ada di sana," tambah Edy.
Polsek Cipayung tidak melakukan pendampingan pengamanan lantaran jumlah korban yang membawa pelaku cukup banyak, yakni sekitar 20 orang, dan mereka berinisiatif langsung membawa Ayu ke Polda.
WO Menghilang di Hari-H, Kerugian 87 Korban Diestimasi Ratusan Juta
Modus penipuan ini diduga terjadi karena pihak WO mendadak menghilang dan tidak muncul sama sekali di hari pelaksanaan pernikahan, meskipun korban telah melakukan pembayaran penuh.
"Menurut pengakuan para korban yang merasa tertipu, pihak WO tidak hadir saat acara akan dilangsungkan. Ini yang menjadi dasar dari semua laporan yang masuk," kata Edy.
Sementara itu, kasus ini kini ditangani intensif oleh Polres Metro Jakarta Utara, di mana Ayu Puspita dan empat staf WO lainnya telah diamankan untuk dimintai keterangan.
Kompol Onkoseno Gradiarso Sukahar, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, mengonfirmasi pihaknya telah menerima laporan dari puluhan korban.
"Kita sudah menerima laporan dari para korban WO itu. Saat ini, sejak tadi malam, ada lima orang dari pihak WO yang sedang kami periksa," kata Onkoseno, Senin, 8 Desember 2025. Ia menambahkan bahwa kelimanya masih berstatus sebagai saksi.
Total korban yang melapor ke Polres Metro Jakarta Utara mencapai angka 87 pasangan. Onkoseno menyebutkan bahwa total kerugian akibat penipuan paket pernikahan ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar