Rayakan 50 Tahun Bermitra, Nestlé Indonesia Capai 13 Ribu Peternak Sapi Perah Jatim

Rayakan 50 Tahun Bermitra, Nestlé Indonesia Capai 13 Ribu Peternak Sapi Perah Jatim

Perjalanan 50 Tahun Kemitraan Nestlé Indonesia dengan Peternak Sapi Perah Rakyat Jawa Timur

Nestlé Indonesia memperingati 50 tahun kemitraannya dengan peternak sapi perah rakyat di Jawa Timur (Jatim) pada tahun 2025. Kemitraan ini dimulai sejak 1975, ketika perusahaan mulai membeli 160 liter susu segar dari sebuah koperasi di Pujon, Kabupaten Malang. Sejak saat itu, Nestlé Indonesia terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas susu segar, serta kesejahteraan komunitas peternak sapi perah.

Saat ini, lebih dari 13.000 peternak sapi perah rakyat dari 28 koperasi di Jatim menjadi mitra kerja Nestlé Indonesia. Komitmen ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi susu, tetapi juga pada pengembangan pertanian regeneratif yang bertujuan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan ekosistem.

Upaya Pertanian Regeneratif

Nestlé Indonesia telah melakukan berbagai inisiatif untuk mendukung praktik pertanian regeneratif. Hingga saat ini, perusahaan telah membangun 8.700 unit biogas, 2.000 fasilitas pupuk, dan menanam lebih dari 200.000 pohon legum seperti Calliandra dan Indigofera melalui program silvopastura. Selain itu, upaya ini juga mencakup konservasi air, vermikompos untuk meningkatkan kesehatan tanah, serta pengurangan emisi melalui optimasi pakan, pemanfaatan biogas, manajemen kotoran ternak, dan praktik pertanian regeneratif lainnya.

Investasi dan Pengembangan

Sejak 1975, Nestlé Indonesia telah menginvestasikan dukungan, pendampingan, atau bantuan bagi para peternak di Jatim. Perusahaan juga melakukan pembelian susu segar lebih dari US$ 60 juta setiap tahunnya. Pada tahun 2019, Nestlé Indonesia menginvestasikan sekitar US$ 100 juta untuk memperluas tiga pabrik, dan pada tahun 2021 berkomitmen sekitar US$ 220 juta untuk membangun Pabrik Bandaraya terbaru di Jawa Tengah (Jateng). Total investasi hingga saat ini mencapai sekitar US$ 617 juta.

Kolaborasi Lintas Sektor

Kolaborasi antara pemerintah, industri, koperasi, akademisi, dan peternak sangat penting dalam mewujudkan swasembada susu nasional. Pemerintah terus mendorong penguatan sistem persusuan nasional melalui peningkatan produktivitas, kesehatan hewan, dan penguatan koperasi. Hal ini sejalan dengan semangat Percepatan Produksi Susu dan Daging Nasional (P2SDN).

Digitalisasi pos penampungan susu juga menjadi salah satu strategi yang diterapkan oleh Nestlé Indonesia. Teknologi ini membantu meningkatkan kualitas bahan baku susu segar bagi industri. Hingga 2024, digitalisasi telah diterapkan di Jawa Barat (Jabar) dan Jatim serta melibatkan ribuan peternak sapi perah.

Komitmen Terhadap Keberlanjutan

Melalui strategi Good for You dan Good for Planet, Nestlé Indonesia memahami pentingnya bahan baku berkualitas untuk menghasilkan produk-produk bergizi yang dihasilkan oleh perusahaan. Di sisi lain, perusahaan juga memastikan para mitra, seperti para peternak sapi perah rakyat, mengimplementasikan praktik pertanian yang berkelanjutan demi keberlangsungan alam bagi generasi penerus.

Sustainable Agri Advisor PT Nestlé Indonesia Syahrudi menambahkan, upaya mereka dalam mentransformasi praktik usaha lokal tidak hanya berhenti pada dukungan kepada peternak, tetapi juga mencakup pendekatan pertanian regeneratif yang memulihkan dan merevitalisasi ekosistem.

Masa Depan Industri Susu Nasional

Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Peternakan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Karsan, menyampaikan optimisme terhadap industri persusuan nasional. Menurutnya, masa depan industri persusuan Indonesia akan ditentukan oleh tiga hal: penguatan kapasitas peternak dan koperasi, akses pembiayaan, teknologi, dan pendampingan agar produktivitas meningkat secara berkelanjutan.

Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta seperti Nestlé Indonesia diharapkan dapat berlanjut dan menjadi tolak ukur bagi industri pengolahan susu untuk semakin memperkuat rantai pasok dalam mewujudkan industri yang tangguh dan berdaya saing.

Momentum 50 Tahun Kemitraan

Momentum peringatan 50 tahun kemitraan PT Nestlé Indonesia dengan peternak sapi perah rakyat di Jawa Timur dapat menjadi model praktik terbaik pengembangan kemitraan persusuan nasional yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Kolaborasi yang telah terbangun antara komunitas peternak sapi perah rakyat, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan perlu terus dilanjutkan agar pertumbuhan dan keberlanjutan dapat senantiasa berjalan selaras.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan