Rayakan Natal 2025, Gereja Santa Clara Bekasi Gelar Lomba Hias Kandang Natal dari Barang Bekas

Rayakan Natal 2025, Gereja Santa Clara Bekasi Gelar Lomba Hias Kandang Natal dari Barang Bekas

Gereja Katolik Paroki Santa Clara Bekasi Gelar Lomba Kandang Natal dari Barang Daur Ulang

Gereja Katolik Paroki Santa Clara di Bekasi menggelar lomba Kandang Natal yang menggunakan barang daur ulang sebagai bagian dari perayaan Natal 2025. Acara ini bertujuan untuk menyampaikan pesan lingkungan dan kebersamaan kepada umat serta masyarakat sekitar.

Lomba ini diikuti oleh 12 tim dari paroki-paroki di wilayah Bekasi. Setiap tim harus membuat Kandang Natal dengan bahan-bahan bekas yang didaur ulang. Bahan-bahan yang digunakan antara lain kardus, botol plastik, bambu, kawat, hingga kertas kantong semen. Selain itu, peserta dilarang menggunakan paku tembok dalam proses pembuatan karya.

Ketua Panitia Natal Gereja Katolik Santa Clara, Rasnius Pasaribu, menjelaskan bahwa acara ini diikuti hampir seluruh paroki di Bekasi. "Total ada 13 paroki, satu paroki menjadi panitia namun tetap membuat Kandang Natal meski tidak terdaftar sebagai peserta," katanya.

Tema yang diangkat dalam lomba ini adalah "Allah menyelamatkan keluarga". Tema ini merupakan hasil kesepakatan Konferensi Waligereja Indonesia dan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia. Rasnius menekankan bahwa tema ini menekankan pentingnya keluarga sebagai tempat persemaian nilai kebaikan. Menurutnya, keluarga menjadi ruang pertama hadirnya Tuhan dalam kehidupan manusia. Nilai-nilai Kristiani diharapkan tumbuh dan diajarkan sejak dalam keluarga.

Selain itu, pesan kebersamaan dan saling menghargai tanpa memandang perbedaan juga ingin disampaikan melalui karya tersebut. "Kesimpulannya semua orang adalah ciptaan Tuhan yang wajib menghargai satu sama lain serta memuliakan martabat manusia," ujarnya.

Panitia menyiapkan hadiah uang tunai bagi para pemenang lomba. Juara pertama memperoleh Rp 1,5 juta, juara kedua mendapatkan Rp 1 juta, dan juara ketiga menerima Rp 750 ribu. Seluruh peserta yang belum meraih juara tetap memperoleh apresiasi dari panitia.

Pantauan jurnalis, karya Kandang Natal dipamerkan di jalur akses umat dari luar menuju bagian dalam gereja. Setiap karya menampilkan pesan visual tentang kepedulian terhadap lingkungan. Beberapa peserta menggambarkan kondisi alam jika manusia bersikap abai. Peserta berharap karya tersebut dapat mengajak umat untuk lebih peduli terhadap alam dan sesama.

Pesan Lingkungan dan Kebersamaan dalam Kandang Natal

Kandang Natal yang dibuat oleh peserta memiliki makna yang dalam. Selain sebagai bentuk kreativitas, karya ini juga menjadi media untuk menyampaikan pesan lingkungan dan kebersamaan. Dengan menggunakan bahan daur ulang, peserta menunjukkan komitmen mereka terhadap penghematan sumber daya dan perlindungan lingkungan.

Beberapa karya menampilkan gambar-gambar yang menggambarkan dampak negatif dari tindakan manusia terhadap alam. Misalnya, kandang yang dibuat dengan bahan bekas bisa mencerminkan kepedulian terhadap sampah dan limbah. Peserta juga menyisipkan pesan-pesan tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan saling menghargai sesama.

Penghargaan dan Apresiasi bagi Peserta

Panitia memberikan penghargaan berupa uang tunai bagi para pemenang lomba. Hadiah ini bertujuan untuk memberikan motivasi dan apresiasi atas kreativitas dan usaha peserta. Namun, seluruh peserta yang tidak meraih juara juga mendapat apresiasi dari panitia. Hal ini menunjukkan bahwa setiap karya yang dihasilkan dihargai, baik secara estetika maupun maknanya.

Kesimpulan

Lomba Kandang Natal dari barang daur ulang yang digelar oleh Gereja Katolik Paroki Santa Clara Bekasi menjadi contoh nyata dari upaya untuk mengedepankan keberlanjutan dan kebersamaan. Melalui karya-karya yang dibuat, peserta menyampaikan pesan-pesan penting tentang lingkungan dan nilai-nilai kehidupan yang berlandaskan iman. Acara ini juga menjadi ajang untuk memperkuat rasa persaudaraan antar umat dan masyarakat sekitar.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan