
Perjalanan 15 Tahun Pensiun yang Mengajarkan Makna Waktu
Tidak terasa, sudah 15 tahun sejak hari-hari pensiun dimulai dan kini kita menginjak Tahun Baru 2026. Rasanya seperti kemarin, tetapi ternyata waktu berlalu begitu cepat, berganti detik, menit, hari, bulan, dan akhirnya tahun. Setiap momen yang lewat memberikan makna baru dalam kehidupan.
Tahun Baru adalah tanda bahwa jatah usia kita telah berkurang satu tahun. Artinya, saat-saat kematian semakin dekat dari sebelumnya. Bisa saja Malaikat Izrail datang lebih dulu sebelum setahun penuh berlalu. Fakta ini membuat kita sadar bahwa waktu tidak bisa ditunda atau dihentikan sedetik pun. Jadi, apa gunanya termangu dalam kesia-siaan jika kita tidak bisa memaksa waktu untuk menunggu?
Dalam 15 tahun terakhir ini, banyak rekan-rekan kerja yang telah pergi mendahului pulang ke HaribaanNya. Belum lagi teman-teman masa sekolah atau kuliah yang sudah meninggal lebih dulu. Tahun 2022 lalu masih teringat dalam kenangan ketika Ketua Panitia Reuni 50 Tahun SMP mengumumkan jumlah teman-teman seperjuangan pada masa SMP yang sudah mendahului. Tahun 2024, giliran beliau sendiri yang wafat, meninggalkan sahabat-sahabat dekatnya.
Kita semua akan pulang juga ke Rumah AbadiNya. Orang bijak pernah berkata bahwa satu-satunya kepastian dalam kehidupan ini adalah kematian. Benar, kematian tidak bisa ditunda atau dipercepat karena setiap orang memiliki jadwal yang telah ditentukan oleh Tuhan.
Firman dalam Kitab Suci mengatakan bahwa sehari bersama-Nya sama dengan seribu tahun dari hari-hari yang kita jalani selama di dunia. Artinya, sehari di akhirat sama dengan seribu tahun di dunia. Itulah alasan mengapa waktu di dunia ini begitu cepat berlalu.
Sekarang, aku sudah saatnya lebih banyak termenung dalam renungan panjang dengan menghasilkan titik-titik cahaya kebenaran yang selama ini jauh dalam jangkauan karena diriku terlalu kotor. Tahun 2026 bagiku adalah titik usia yang sudah ada di kepala Tujuh, melebihi 7 tahun usia wafatnya Rasulullah SAW yaitu 63 tahun. Beberapa orang bijak mengatakan bahwa itu berarti sudah mendapatkan bonus selama 7 tahun.
Apa arti sebuah angka yang menunjukkan usia tanpa diikuti dengan kesungguhan dalam menyadari keberadaan diri yang sejati di dunia ini? Tentu saja, angka-angka tersebut bukan hanya bilangan yang bisa dihitung, tetapi juga menggambarkan kualitas kehidupan yang sudah dilalui.
Untuk itu, hadirlah sebagai hamba Allah yang mengabdi kepada Dia Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Hadirlah sebagai hamba Allah yang selalu tunduk kepada KehendakNya, sabar kepada TakdirNya, dan syukur kepada PemberianNya.
Tahun kini sudah berganti dengan rutinitas yang diulang mengikuti kuasa alam di Cakrawala yang beredar menurut jalan-jalan yang sudah ditentukanNya. Setiap pergantian tahun selalu ada pertanyaan: Apa resolusi tahun depan? Sementara resolusi tahun kemarin banyak yang sudah tidak lagi digubris apalagi dievaluasi.
Membicarakan setiap kesulitan yang dihadapi pada tahun kemarin, ternyata banyak yang mampu diatasi dengan baik. Ujungnya, rasa syukur terpanjat ke atas Langit Sana, tempat Allah Yang Maha Tinggi Berada.
Untuk tahun depan, cukuplah sebuah harapan, tidak perlu terlalu tinggi. Namun harapan itu adalah keinginan kuat bagi setiap langkah senantiasa dalam BimbinganNya, dalam LindunganNya.
Waktu terus berjalan, tidak bisa menunggu setiap keluhan apapun. Dalam ketidakberdayaan itu, waktu juga terus berlalu hanya meninggalkan jejak-jejak perkataan dan perbuatan yang tercatat dalam arsipNya.
Setiap tahun akan terus berganti dari waktu ke waktu. Kita sesungguhnya hanya sedang menunggu kapan saatnya waktu itu berhenti di ujung nafas kehidupan terakhir. Selamat Tahun Baru, selamat membuka catatan dengan lembaran baru.
Salam bahagia @hensa17.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar