Refleksi Pagi: Makna di Balik Area Outbond


Minggu, 14 Desember 2025 menjadi momen pertama kali saya menginjakkan kaki di tempat wisata modern yang cukup terkenal di Blitar, yakni Blitar Park. Tempat ini menawarkan pengalaman yang berbeda dibandingkan dengan destinasi wisata lainnya. Blitar Park merupakan salah satu destinasi wisata yang direkomendasikan untuk dikunjungi dan dipilih sebagai tempat untuk rekreasi, melepas penat setelah berhari-hari bekerja tanpa libur.

Di Blitar Park, banyak wahana dan permainan yang bisa dicoba. Mulai dari area playground untuk anak-anak, wahana ekstrim yang memacu adrenalin, hingga fasilitas menonton cinema 5D. Semua hal tersebut sangat menarik untuk dicoba, asalkan Anda memiliki "baterai" yang full power. Pada kesempatan itu, saya mencoba bermain di area outbound. Di arena ini, ada banyak jenis rintangan yang harus saya lalui untuk sampai ke tujuan akhir dengan selamat.

Beberapa menit setelah melalui beberapa tahap di arena outbound, saya mulai berhenti karena ada sesuatu yang mengusik pikiran saya. Bukan hal negatif, melainkan hal positif perihal replika perjalanan hidup yang disuguhkan melalui permainan ini. Saya bermuhasabah sebentar, menelisik makna dan nilai apa yang bisa saya ambil dari permainan di outbound ini. Beberapa di antaranya adalah:

  • Pertama, hidup memang tidak pernah mudah. Selalu ada halangan dan rintangan yang menghadang perjalanan kita. Tinggal bagaimana kita menyikapi dan menyelesaikannya. Halangan dan rintangan ibarat bumbu-bumbu kehidupan yang ada, tentu akan menyedapkan kehidupan itu sendiri. Justru kalau tidak ada, hidup ini lempeng (datar) saja.
  • Kedua, pelajaran perihal jatuh dan bangun. Beberapa arena di outbound ini memang mengharuskan kita untuk berjalan dengan pelan, berpegangan dengan kuat, berdiri dengan tegak, jongkok, bahkan merunduk, supaya kita dapat melewati setiap tahapan dalam arena. Dari sini, saya mempelajari bahwa dalam hidup pun juga demikian. Kita pasti mengalami dinamika ujian hidup yang mengharuskan kita untuk memilih pilihan berjalan pelan atau berlari sekencang mungkin.
  • Adakalanya kita berdiri dengan tegar, harus berjalan pelan, tanpa rasa gusar, berpegangan teguh pada kebenaran, merundukkan diri dengan tawadhuk, hingga pada akhirnya terminal terakhir yang harus kita tempuh adalah berpasrah di atas sajadah.
  • Ketiga, pentingnya memiliki strategi dalam menyelesaikan misi. Dalam permainan ini, kita harus punya cara yang tepat untuk melewati rintangan outbound yang disediakan. Mana arena yang kita harus lewati dengan menggunakan satu kaki, mana arena yang harus kita lewati dengan mengandalkan kekuatan otot tangan, dan mana arena yang harus kita lewati dengan mengandalkan integrasi otak (akal) dan otot. Supaya kita tidak membuang-buang waktu dan energi untuk cara yang salah. Hal ini mengajarkan saya untuk belajar kembali memperhitungkan dan mempertimbangkan segala kemungkinan yang mungkin terjadi, supaya lebih siap untuk menghadapi kenyataan di depan yang belum kita ketahui.

Kesimpulan
Bermain di arena outbound kemarin, cukup menyadarkan saya akan arti penting keteguhan, ketangguhan, dan ketabahan dalam hidup. Dinamika hidup yang disuguhkan akan membentuk kita menjadi orang yang lebih matang dan lapang. Walaupun halangan dan rintangan selalu ada, namun bukan berarti kita tidak bisa melaluinya. Kita bisa, asalkan mau berusaha dan memohon bantuan-Nya. Seseorang pernah menuliskan bahwa sejatinya dalam hidup ini bukan untuk menguji seberapa kuat atau seberapa mampu kita, tetapi menguji seberapa besar keyakinan dan pengharapanmu akan uluran tangan (pertolongan) Tuhan dalam setiap jengkal hidup kita.

Terakhir, hidup ini akan terus berjalan, dan semua yang berjalan pasti berlalu. Tidak mengapa, bila merasa berat, tapi jangan lupa untuk terus berusaha dan mengharapkan berkat. Hidup memang sarat akan proses jatuh dan bangun. Seseorang bijak mengatakan, jika kita jatuh 7 kali, maka kita harus pastikan bahwa kita harus bangkit 8. Maka dengan begitu, kita akan menjadi manusia yang senantiasa berusaha dan berjuang untuk menyelesaikan misi hidup kita.

Semoga kita diberikan kekuatan dan kemampuan untuk melewati semua ujian hidup dengan baik, dan lulus dengan nilai yang dapat dipetik hikmahnya. Tabik, Eka Y. Nurohmah.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan