
Kapten timnas Indonesia, Jay Idzes, kembali berpeluang menunjukkan kemampuannya dalam laga melawan salah satu klub besar Liga Italia, AC Milan.
Benteng tangguh Sassuolo akan bertandang ke markas Rossoneri dalam lanjutan pekan ke-15 Liga Italia di San Siro, Minggu (14/12/2025).

Bagi Jay Idzes, pertandingan ini menjadi momen penting untuk menunjukkan performa terbaiknya di hadapan calon klub masa depan. Beberapa waktu terakhir, AC Milan memang santer diberitakan tertarik mendatangkan pemain yang telah mengoleksi 16 caps bersama timnas Indonesia. Namun, ada beberapa kendala yang harus dihadapi oleh pemain keturunan Semarang tersebut.
AC Milan termasuk salah satu klub yang sering menjadi tantangan berat bagi Idzes sejak ia mulai berkiprah di Serie A musim lalu. Secara umum, rekor sang bek saat menghadapi klub raksasa Italia cenderung negatif. Hal ini wajar karena Bang Jay sapaan akrab warganet Indonesia untuknya hanya memperkuat klub kecil, Venezia, pada musim debutnya di kasta teratas Liga Italia.
Musim ini, Idzes baru berkesempatan bergabung dengan klub yang kualitasnya lebih baik, yaitu Sassuolo. Dari lima klub elite yang pernah ia hadapi, Idzes selalu kalah dalam tiga pertemuan terhadap tiga klub utama, yaitu AC Milan, Inter, dan AS Roma.
Roma dan Inter menjadi dua klub yang paling sering memberinya kekalahan. Saat membela Venezia, ia kalah dari Roma dua kali dengan skor 1-2 dan 0-1 musim lalu. Bersama Sassuolo di pekan kedelapan musim ini, Idzes juga kalah tipis dengan skor 0-1.
Inter pun memberinya tiga kekalahan dengan skor-skor minimalis, yaitu 0-1, 0-1, dan 1-2. Sedangkan melawan AC Milan, ia hanya merasakan dua pertemuan musim lalu, tapi semuanya berakhir dengan hasil lebih telak. Saat membela Venezia, pria 25 tahun kelahiran Mierlo itu dihajar Milan dengan skor 0-4 dan 0-2.
Meski hanya dua pertemuan, Idzes merasakan dibobol enam gol oleh Milan, lebih banyak dari Inter dan Roma. Oleh karena itu, tidak berlebihan jika menganggap Milan sebagai musuh paling terkutuk baginya.
Sementara itu, Idzes berhasil menorehkan rekor lebih baik ketika bertemu dua elite lain, Napoli dan Juventus. Dalam dua kali bentrok melawan Napoli, ia mencicipi kekalahan tipis 0-1 dan mencuri skor imbang 0-0 di markas sang juara bertahan.
Duel versus Juventus lebih berkesan karena itulah momen yang melahirkan gol pertama Idzes di Serie A. Kejadiannya muncul tatkala Venezia mencuri skor imbang 2-2 di Allianz Stadium pada pekan ke-16 musim lalu.
Sejak pindah ke Sassuolo, pemain jebolan akademi PSV Eindhoven tampak menjadi pilar tak tergantikan di lini belakang. Jay Idzes selalu tampil dan bermain penuh dalam 13 partai tanpa putus sejak pekan kedua. Ia berjasa mendongkrak I Neroverdi ke peringkat delapan klasemen, memukau untuk ukuran klub promosi.
Anak asuh Fabio Grosso meraup 20 poin, hanya tertinggal empat angka dari Como di zona antarklub Eropa terdekat.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar