Duka Mendalam atas Kematian Mahasiswi Berprestasi di Sulawesi Utara
Kabar duka yang mengguncang masyarakat Sulawesi Utara khususnya lingkungan kampus Universitas Negeri Manado (Unima) adalah kepergian Anthonieta Evia Maria Mangolo, atau yang akrab disapa Evia Maria (21), seorang mahasiswi Fakultas Ilmu Pendidikan Psikologi (FIPP) Unima. Ia ditemukan meninggal dunia secara tidak wajar di kamar kosnya di Tomohon pada Selasa (30/12/2025). Kepergian Evia Maria meninggalkan luka yang tak terperi bagi keluarga dan civitas akademika.
Evia Maria adalah mahasiswi asal Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, yang dikenal sebagai sosok pendiam, tekun, dan memiliki semangat belajar tinggi. Ia juga dikenal dengan prestasi akademik yang sangat baik. Kuasa hukum keluarga, Cyprus Tatali, mengungkapkan bahwa almarhumah memiliki nilai nyaris sempurna dengan semua nilainya berupa A.
Mahasiswi Berprestasi dengan Rekam Akademik Cemerlang
Evia bukan hanya seorang mahasiswa biasa, tetapi juga anak harapan bagi kedua orang tuanya. Ayahnya, Antonius Mangolo, mengenang putrinya sebagai penyemangat hidup yang membuatnya terus bertahan bekerja keras sebagai buruh. Bagi keluarga, Evia adalah sumber kebanggaan karena prestasi dan sikapnya yang lembut serta penuh tanggung jawab.
Sosok Evia juga dikenang oleh ibunya, Sofia Mangolo, yang menyebutkan bahwa almarhumah adalah anak yang rajin belajar dan selalu patuh kepada orang tua. Dalam kenangan Zefanya Brenda Montung (19), sepupu dekat Evia dari pihak ibu, almarhumah dikenal sebagai pribadi yang sangat tertutup, lembut, dan jauh dari kesan suka mengeluh.
Sosok Pendiam yang Cerdas dan Berprestasi
Zefanya mengungkapkan bahwa Evia sering menghabiskan waktu liburan di rumah keluarganya di Manado. Meski dikenal pendiam, ia adalah pribadi yang sangat pintar dan tekun. Sejak remaja, Evia sudah dikenal sebagai siswa berprestasi. Bahkan, prestasinya pernah membawanya jauh dari kampung halaman, seperti saat ia pernah ke Bali karena prestasi.
Selama masa kuliah, Evia sering kali disibukkan dengan urusan akademik. Waktunya banyak dihabiskan di depan laptop, mengerjakan tugas-tugas kuliah. Saat ini, Evia masih aktif menjalani proses akademik di Unima.
Rencana Masa Depan yang Belum Terwujud
Sebelum ditemukan meninggal dunia di Tomohon, Evia diketahui masih aktif menjalani proses akademik di Unima. Ia bahkan memiliki sejumlah agenda penting dalam waktu dekat yang menunjukkan bahwa almarhumah tengah menata masa depannya. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Evia dijadwalkan akan mengikuti ujian proposal pada 6 Januari 2026 sebagai salah satu tahapan penting dalam penyusunan skripsi.
Tak hanya fokus pada pendidikan, Evia juga memiliki rencana pribadi setelah wisuda. Salah satunya adalah rencana pertunangan, sebuah fase baru kehidupan yang sudah mulai ia persiapkan. Namun semua rencana itu kini tinggal cerita. Kepergian Evia Maria meninggalkan tanda tanya besar sekaligus duka mendalam yang belum terjawab.

Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar