Renovasi dapur pawon rumah lama; menjemput rezeki baru

     Dapur saya dirumah tergolong luas karena rumah yang saya tempati memang modelnya joglo lama dengan satu bangunan khusus untuk dapur. Bahkan tersedia Pawon atau tungku yang menggunakan kayu sebagai bahan bakar. Kompor gas juga tersedia. Saya berniat merenovasi nya agar suasana dapur nampak lebih segar dan berbeda. 

     Satu persatu bagian dapur akan saya renovasi seperti berikut ini, boleh ya saya berbagi impian sederhana? Dinding yang masih bagus tetapi kusam karena rumah saya adalah rumah kayu jati akan saya cat ulang dengan warna yang lebih segar. Tidak lagi warna soft atau lembut tetapi warna yang lebih segar seperti hijau atau biru. Akan seperti Warung Biru dan Warung Ijo yang terkenal di Yogyakarta mungkin warnanya. Tak apa, sekalian membangkitkan nostalgia penuh kesan karena saya menempuh bangku pendidikan dikota tersebut. Bagian atas usuk reng juga perlu dipoles seperti warna finishing kayu yang di dempul. Coklat mengkilat. Sekalian cek atap yang bocor, akan saya pergunakan eternit baru yang putih bersih. Tiang rumah juga warnanya senada yaitu polesan dempul coklat yang lebih gelap mengkilat setelah di amplas. Pilihan warna ini akan berkesan seperti bangunan yang kokoh. 

     Furnitur dapur berupa meja kursi dan dipan persegi akan saya cat dengan warna pink muda yang lebih soft. Seperti Warung Pink di Demak, sehingga kegiatan memasak akan terasa lebih ceria. Toh taplak perlak plastik motif berbunga akan menutupi bagian atas meja dan dipan. Seperti warung jadinya dengan konsep dapur terbuka. Pawon kayu bakar kami pindahkan letaknya di pojok karena fungsinya sesekali. Sangat pas untuk memanggang ayam kampung dan ikan. Memasak porsi banyak konon rasanya juga lebih sedap dengan aroma kayu bakar. Momen saat hajatan selamatan pasti sangat pas, karena nasi berkat akan beraroma lebih khas dan sedap. 

     Tempat mencuci saya pastikan harus sangat nyaman dan air terbuang sempurna sehingga bekasnya tidak lembab dan cucian cepat kering. Rak gelas piring saya pilih model masa kini yang tertutup. Kompor gas tentu berada di area dapur yang ber keramik. Bagian lantai yang masih berpaving model lama, akan saya perbaiki dengan pilihan ubin kasar atau paving blok yang lebih rapi dan kuat. Tentu pilihan nanti adalah pada produk yang lebih mudah saat membersihkan. Yang jelas bukan ubin yang licin. Akan saya cari referensi terbaik karena ruangan dapur lama peninggalan rumah orang tua saya sungguh luas, enak karena tidak sempit sebenarnya karena saat bekerja lebih leluasa. Harus saya rawat pastinya. 

     Saya berencana membuat cemilan seperti peyek kacang, peyek tumpi, criping pisang, krupuk olahan karena kebetulan ada lapak di pasar yang walaupun jualannya saat ini adalah bukan sembako tetapi bisa kami tata dan display dimeja khusus saat hari pasaran Kliwon dan Pahing. Ya, coba coba memang. Sekalian menyalurkan hobbi juga barangkali bisa jadi rezeki dan menerima orderan yang jumlahnya berkembang. Pasti akan bisa membuka kesempatan untuk tenaga kerja baru. Dari dapur baru yang nuansa warnanya lebih cerah ini, barangkali ide memasak dan peluang baru usaha juga datang. Ibu ibu tetangga disekitar rumah juga pandai memasak. Menerima dan mengelola pesanan Jumat berkah misalnya, bisa kami layani. Itulah impian saya, dan pelan pelan semoga terwujud. Biaya renovasi juga tidak terlalu besar seperti membangun tempat baru karena saya ingin mendekorasi ulang peralatan yang ada saja. Memanfaatkan perabot lama dari bahan kayu yang masih ada dirumah pastinya.  Syukur bisa saya poles atau dempul ulang semua sehingga bisa dimanfaatkan untuk ruangan lain. Mudah mudahan sebelum Lebaran bisa kami kerjakan, dan Hari Raya akan kami lewati dengan lebih sukacita dengan suasana dapur cantik dan cerah warnanya nanti. Semoga yaaa

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan