Renungan Harian Katolik Senin 12 Januari 2026,andquotKujadikan Penjala Manusiaandquot

Renungan Harian Katolik Senin 12 Januari 2026,andquotKujadikan Penjala Manusiaandquot

Renungan Harian Katolik

Oleh: Bruder Pio Hayon SVD

Hari Senin Pekan I Masa Biasa

Senin, 12  Januari  2026

Bacaan I: 1 Sam. 1:1-8

Injil:  Mrk. 1:14-20

“Kujadikan penjala manusia”

Saudari/a terkasih dalam Kristus 

Salam sejahtera untuk kita semua. Hari ini, kita memasuki Pekan I Masa Biasa, momen yang mengajak kita untuk merenungkan kehidupan dan pelayanan Yesus serta panggilan kita sebagai pengikut-Nya.

Bacaan dari 1 Samuel dan Injil Markus memberikan gambaran tentang panggilan yang radical untuk mengikuti Tuhan dan menjadi penjala manusia. Mari kita menyelami makna dari panggilan ini dalam hidup kita sehari-hari.

Saudari/a terkasih 

Permenungan dari bacaan pertama  (1 Sam. 1:1-8 ini), menghantar kita untuk melihat kisah Hana, seorang wanita yang sangat mendambakan anak. Dalam penderitaannya, Hana berdoa dan berjanji kepada Tuhan bahwa jika Dia memberikan anak, Hana akan mempersembahkan anak tersebut kepada-Nya.

Ini menggambarkan keteguhan iman dan pengharapan yang mendalam, serta pentingnya doa dalam mempertahankan harapan ketika situasi sulit. Sedangkan dalam bacaan Injil (Mrk. 1:14-20) mengisahkan tentag  Yesus yang  memulai pelayanan-Nya dan memanggil murid-murid pertama-Nya, Simon Petrus dan Andreas, untuk menjadi penjala manusia. Panggilan ini bukan hanya tentang mengikuti-Nya, tetapi juga tentang membawa orang lain kepada Tuhan.

Yesus menawarkan kehidupan yang lebih berarti dan mendalam, kebenaran yang ingin dibagikan kepada dunia. Maka untuk poin-poin refleksi sebagai hasil dari permenungan kita adalah  tentang “Kekuatan Doa dan Pengharapan”: Sama seperti Hana, kita sering kali dihadapkan pada tantangan dan ketidakpastian.

Renungkan bagaimana kita bisa lebih mengandalkan doa dalam hidup kita dan bagaimana pengharapan moderen kita dapat diperbarui saat mengalami kesulitan. Apa yang bisa kita pelajari dari ketekunan Hana dalam berdoa?

“Menerima Panggilan untuk Mengikuti Yesus”: Panggilan Yesus kepada murid-murid-Nya untuk menjadi penjala manusia mengajak kita untuk mempertimbangkan bagaimana kita menjawab panggilan-Nya.

Apakah kita siap untuk meninggalkan zona nyaman dan mengikuti-Nya? Renungkan langkah konkret yang bisa kita ambil untuk lebih menyerahkan hidup kita kepada Kristus.

“Menjadi Saksi bagi Orang Lain”: Panggilan menjadi penjala manusia berarti kita diundang untuk menjangkau orang-orang di sekitar kita. Bagaimana kita bisa lebih aktif dalam membawa kabar baik dan kasih Allah kepada orang lain?

Pertimbangkan cara-cara untuk berbagi iman kita dan menjadikan hidup kita sebagai kesaksian yang menarik bagi orang lain.

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Pesan untuk kita, pertama: dalam memasuki masa biasa ini, marilah kita berkomitmen untuk membuka hati kita terhadap panggilan Tuhan dalam hidup kita.

Kedua, dengan mengandalkan doa dan berharap seperti Hana, serta menjawab panggilan untuk mengikuti Yesus sebagai penjala manusia, kita diajak untuk berkontribusi dalam misi penyelamatan-Nya.

Ketiga, semoga hidup kita terus-menerus memancarkan kasih dan cahaya Kristus, menjadi inspiras bagi sesama. Tuhan memberkati kita. (*)

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan