
Renungan Harian Katolik: Yohanes Pembaptis, Pribadi Istimewa di Mata Yesus
Dalam renungan harian Katolik hari Kamis pekan Advent Kedua, kita diajak untuk merenungkan tentang Yohanes Pembaptis yang memiliki keistimewaan luar biasa di mata Yesus. Dalam bacaan Injil, Yesus berkata, "Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis." (Mat 11:11). Ini menunjukkan bahwa Yohanes Pembaptis memiliki peran penting dalam rencana keselamatan Allah.
Setiap manusia memiliki keunggulan dan bakat unik yang diberikan oleh Tuhan. Namun, Yohanes Pembaptis memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dari semua manusia lainnya. Ada beberapa alasan mengapa ia disebut sebagai pribadi istimewa di mata Yesus:
-
Yohanes sebagai Elia baru
Seperti Elia yang dikenal sebagai nabi yang berapi-api, Yohanes juga memiliki mulut yang seperti api berkobar di padang gurun. Ia mewartakan pertobatan untuk menyambut kedatangan Mesias yang akan datang. Ia adalah seorang pribadi agung karena semua kitab para nabi dan Taurat telah menubuatkan kehadirannya dan perannya yang mengagumkan. -
Utusan Allah yang langsung menjadi saksi
Yohanes adalah utusan Allah yang secara langsung menjadi saksi atas kedatangan Mesias. Ia mempersiapkan kedatangan-Nya dan melihat-Nya sendiri. Keberadaannya membawa sukacita dan kegembiraan yang luar biasa. -
Konsentrasi pada Sabda Allah
Yohanes adalah seorang yang konsen dengan Sabda Allah. Ia mendengar dan melaksanakannya. Ia mengikuti arahan dan bimbingan Roh Kudus untuk mengajak banyak orang kepada Yesus Sang Mesias Penyelamat dunia. -
Rendah hati di hadapan Tuhan
Meskipun memiliki peran penting, Yohanes tetap rendah hati di hadapan Tuhan. Ia tidak membanggakan diri, melainkan fokus pada kehendak Allah.
Meneladani Yohanes Pembaptis
Atas keistimewaan Yohanes Pembaptis ini, Yesus mengajak kita untuk meneladinya. Terutama dalam hal membuka telinga dan mendengarkan Sabda Allah, mengikuti kehendak Allah dengan setia, serta melakukannya dengan rasa bahagia agar bisa mencapai yang terbaik dalam hidup.
Optimisme akan kuasa dan kerahiman Allah bagi manusia harus menjadi kekuatan dan andalan dalam ziarah hidup kita. Dalam Kitab Yesaya, Allah meyakinkan Israel bahwa Ia akan memberi pertolongan saat mereka membutuhkan. Ia tetap bersama mereka dalam kesulitan dan pergumulan hidup.
Yesaya berkata, "Aku Tuhan, Allahmu, Aku memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu, 'Jangan takut. Akulah yang menolong engkau.'" (Yes 41:13). Ini adalah janji Allah yang menenangkan dan memberi kekuatan.
Pemazmur juga berkata dalam pujiannya, "Aku hendak mengagungkan Dikau, ya Allah, ya Rajaku, aku hendak memuji nama-Mu untuk selama-lamanya. Tuhan itu baik kepada semua orang, penuh rahmat terhadap segala yang dijadikannya." (Mzm 145:1). Ini menunjukkan bahwa Allah adalah sumber kebaikan dan kasih yang tak terbatas.
Yesus adalah Sabda Allah yang hidup. Ia datang dan hadir untuk menyatakan kebaikan Allah kepada semua orang yang percaya kepada-Nya dan berkehendak baik kepada sesamanya. Kita mendengarkan Sabda Kudus-Nya dalam Injil dan berusaha melakukannya dengan segenap kekuatan, dengan rasa gembira dan bahagia demi memperoleh segala yang baik dalam hidup dan memperoleh keselamatan.
Sukacita dalam Menantikan Yesus
Sukacita kita ada pada Yesus yang sedang kita nantikan kedatangan-Nya. Ia sumber utama kekuatan dan kedamaian kita. Kita berdoa mohon bimbingan Roh Kudus agar kita setia membaca Kitab Suci dan berdoa rosario agar Maria Bunda Perawan yang selalu bersatu dengan Yesus Sang Sabda mendoakan kita untuk akrab dengan Sabda Tuhan dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar