
Renungan Harian Katolik: Bersyukur Kepada Tuhan
Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus, salah satu bentuk doa yang dapat dilakukan setiap hari, khususnya selama Masa Adven, adalah doa syukur. Masa ini merupakan masa suci di mana kita diajak untuk berjaga-jaga dan berdoa. Dalam renungan ini, kita akan melihat bagaimana doa syukur menjadi ciri khas dari kehidupan beriman umat Katolik.
Katekismus Gereja Katolik menyatakan bahwa ucapan syukur merupakan ciri khas doa dalam Gereja, yang dalam perayaan Ekaristi (ucapan syukur) menunjukkan hakikatnya. Apa saja yang perlu disyukuri? Selain atas apa yang telah Bapa kerjakan dalam hidup kita atau atas apa yang telah kita terima dari-Nya, setiap kejadian dan kebutuhan bisa menjadi pokok doa syukur. Hal ini sejalan dengan pengajaran Katekismus Gereja Katolik, No. 2638.
Karena setiap kejadian dan kebutuhan bisa menjadi inspirasi untuk bersyukur, maka kita bisa bersyukur kepada Bapa dalam segala keadaan. Rasul Paulus memberi nasihat bahwa kita harus mengucap syukur dalam segala hal, karena itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kita (1Tes 5:18).
Contoh dari Injil Hari Ini
Dalam Injil hari ini, kita melihat contoh paling jelas dari doa syukur Yesus. Dengan Roh Kudus, Yesus berdoa kepada Bapa-Nya dengan gembira, “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan di hati-Mu” (Luk 10:21).
Mengapa Yesus berdoa demikian? Apa yang melatarbelakangi doa syukur-Nya? Mengapa Bapa menyatakan sesuatu kepada orang kecil?
Doa syukur Yesus kepada Bapa-Nya merupakan sebuah seruan kegembiraan yang disebabkan oleh laporan dari ketujuh puluh murid-Nya yang sukses dalam perutusan mereka. Dalam doa syukur tersebut, Yesus menyebut Allah sebagai Bapa, dan memuji Bapa karena Bapa telah mengizinkan “orang-orang kecil” ini memahami apa yang sedang terjadi di dunia, yaitu suatu peperangan antara baik dan jahat.
Para murid yang kembali dari perutusan berkata kepada Yesus, “Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu.” Dalam peperangan rohani, para murid tampil sebagai pemenang dan kembali kepada Yesus sebagai para pemenang.
Belajar dari Para Murid Yesus
Para saudara, para murid mampu melihat dan mendengar apa yang didambakan oleh para nabi dan raja, namun mereka tidak pernah mengalaminya. Mengapa? Karena para murid bersikap rendah hati dan sederhana, yang biasanya tidak dimiliki oleh orang bijak dan pandai di dunia ini.
Hari ini kita belajar dari para murid Yesus, yang bersikap rendah hati, sederhana, dan tetap “kecil” di hadapan Allah. Dengan demikian, mereka juga dimampukan untuk melihat dan mengalami secara pribadi karya Allah yang mengagumkan.
Dari pengalaman akan rasa takjub atas karya Allah, lahirlah rasa syukur dalam doa kepada Bapa. Hal ini ditunjukkan oleh Yesus dalam doa syukur-Nya. Kita juga bisa berdoa sendiri, bersyukur kepada Bapa atas segala karya-Nya bagi kita, sebab itulah yang Ia kehendaki dari kita, anak-anak-Nya.
Latihan Berdoa Syukur
Yesus memberi contoh bagaimana bersyukur kepada Bapa. Jika kita mau belajar dari Yesus, Sang Guru, kita bisa menjadi pribadi yang tahu bersyukur kepada Allah, Bapa kita, juga kepada Yesus Putra-Nya dan Maria, Bunda-Nya.
Tetapi, mengapa mesti berlatih? Karena bersyukur itu tidak mudah. Gereja mengajarkan bahwa doa harus dilatih, termasuk doa syukur. Jika tidak, kita tidak bisa dan tidak biasa bersyukur. Ucapan syukur merupakan ciri khas doa di dalam Gereja.
Doa dan Pesan Akhir
Mari kita menandai doa harian kita, khususnya dalam Masa Adven ini, dengan bersyukur. Bersyukur adalah ungkapan iman orang yang rendah hati. Maka, kita perlu bersyukur, juga jika hati kita selalu merasakan dan mengakui bahwa Tuhan itu baik. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik!
Doa: Ya Tuhan, bantulah kami agar mampu menghayati masa penantian ini dengan iman kami. Semoga masa ini menjadi masa yang berkah bagi kami untuk semakin mengenal Engkau sebagai penyelamat kami. Bantulah kami agar mampu senantiasa berjaga dan waspada dalam iman. Amin.
Sahabatku yang terkasih, selamat Hari Selasa Adven I. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus... Amin.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar