
Renungan Harian Katolik
Minggu 4 Januari 2026
BERSAMA YESUS SANG CAHAYA: JADILAH MISIONARIS CILIK BAGI TEMAN-TEMAN TERDAMPAK BENCANA ALAM
Dalam renungan hari ini, kita diajak untuk memahami makna Penampakan Tuhan (Epifani) dan bagaimana Yesus, Sang Cahaya Dunia, hadir di tengah-tengah kita. Kita juga diberi semangat untuk menjadi misionaris kecil bagi sesama yang terdampak bencana alam.
Banyak dari kita merayakan Natal dengan penuh sukacita, tetapi tidak semua orang bisa menikmati momen tersebut. Di Indonesia, beberapa pulau mengalami musibah tanah longsor dan banjir bandang. Banyak teman-teman kita kehilangan keluarga mereka, rumah mereka hanyut, kampung mereka hilang atau tertimbun oleh tanah dan batu yang dibawa oleh air dari gunung atau dataran tinggi. Dalam situasi seperti ini, mereka tidak bisa merayakan natal dan tahun baru dengan penuh kegembiraan seperti kita.
Namun, meskipun mereka sedang menderita, Tuhan Yesus hadir di tengah-tengah mereka untuk menghibur dan menguatkan. Melalui semangat 2D2K (Doa, Doa, Kasih, Kasih), kita tidak hanya berdoa untuk mereka, tetapi juga berbagi dengan mereka dalam bentuk dukungan moral maupun materi. Meskipun secara fisik kita tidak bisa menjangkau mereka, kita tetap satu dengan mereka dalam semangat solidaritas, kepedulian, dan amal kasih.
Persembahan Berharga Sebagai Bentuk Kepercayaan
Dalam Injil Matius, kita membaca tentang para sarjana dari Timur yang mengikuti bintang yang mereka lihat. Bintang itu membawa mereka kepada Yesus dan Maria, lalu mereka sujud menyembah dan memberikan persembahan berharga: emas, dupa, dan mur. Persembahan ini bukan hanya sekadar hadiah, tetapi juga simbol persembahan diri karena sukacita berjumpa dengan Sang Juru Selamat dunia.
Sama seperti para sarjana itu, kita juga dipanggil untuk menjadikan hidup kita sebagai persembahan bagi Tuhan. Dengan cahaya bintang yang membimbing kita, kita mengarahkan pandangan kepada mereka yang sedang menderita. Kita persembahkan hati kita kepada mereka dan apa pun yang bisa kita bagikan untuk menolong mereka. Hanya dengan pemberian yang penuh cinta, sukacita besar mereka akan alami karena Tuhan sendirilah yang menyempurnakan kegembiraan-Nya bagi mereka dalam pemberian kita yang tak berarti itu.
Persatuan dalam Kristus
Dalam situasi sulit seperti ini, kita melalui iman kita bersatu erat dengan Tuhan Yesus. Kita mewujudkan ajaran-Nya tentang kasih bagi teman-teman yang menjadi korban bencana. Kita saling menolong, saling menyelamatkan. Allah dalam Yesus memenuhi janji-Nya untuk menyelamatkan semua bangsa. Kita semua yang percaya kepada Anak Allah yang menampakan Diri-Nya hari ini, merasa bahagia dan mau terus erat bersatu dengan Dia sebagai sumber keselamatan kita.
Pemazmur dalam Mazmur 72 menyatakan bahwa Tuhan akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, membebaskan orang tertindas, dan menyelamatkan nyawa orang papa. Nyanyian pemazmur mengungkapkan kemuliaan Tuhan kepada manusia. Santo Paulus menegaskan bahwa dalam Kristus Allah telah menampakan kemuliaan-Nya kepada umat. Rahasia Kristus telah diwahyukan dan para bangsa menjadi pewaris perjanjian.
Tantangan dan Semangat untuk Terus Berjuang
Para sarjana mencari Sang Almasih dengan hati yang gembira. Meskipun ada tantangan, mereka tidak pernah kehilangan fokus pada Sang Cahaya. Bertemu dan bertanya pada Herodes adalah langkah yang berisiko, tetapi mereka tetap yakin akan tujuan ziarah suci berjumpa dengan Yang Ilahi. Mereka pun bertemu Dia yang dicari yakni Sang Bintang Sejati. Dalam kegelapan hidup, kita butuh cahaya ilahi Sang Almasih.
Walau dunia makin maju dan berubah serta penuh tantangan, gelora memperjuangkan kebenaran jangan pernah lesu. Terus berjuang membawa cahaya Tuhan kepada dunia yang gelap dan sesama yang menyeret beban kesusahannya. Siapa pun kita dan apa pun yang kita lakukan adalah tugas perutusan untuk mengabdi Tuhan sang pemenuh kehidupan dalam diri sesama yang kita layani. Dalam dan melalui tugas serta peran yang diemban: kita wartakan kabar sukacita keselamatan dengan iman yang teguh, pengharapan kokoh dan kasih yang terus menyala.
Anak-Anak sebagai Bintang Tuhan
Anak-anak sahabat Tuhan Yesus terus dibimbing agar menjadi bintang Tuhan dalam dunia melalui misi agung mereka: berdoa dengan setia, dilatih untuk berbagi dengan sesama, berkorban dan saling memberi teladan baik di antara mereka. Dengan demikian cahaya bintang Tuhan takkan pudar, dan sukacita tetap menyelimuti kita walau kadang susah datang menimpa.
Dalam kegembiraan, jangan lupa upaya bertobat. Pertobatan sekecil apa pun pasti mendapat pengampunan dari Tuhan. Kesempurnaan sukacita dalam hidup adalah pertobatan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar