
Renungan Harian Katolik
Sabtu 3 Januari 2026
Aku Diutus: Mengenal, Mewartakan dan Memberi Kesaksian Tentang Dia
Dalam renungan hari ini, kita diingatkan bahwa untuk mengenal Tuhan, kita harus dipanggil. Dan agar bisa mewartakan-Nya, kita harus diutus. Kesaksian tentang kehadiran Tuhan hanya terlihat dalam karya pelayanan kasih tanpa lelah kepada sesama.
Pada masa Yesus datang ke Sungai Yordan untuk menerima pembaptisan, banyak orang berkumpul untuk menyucikan diri dan menantikan Sang Mesias. Dalam kerumunan itu, Allah yang memanggil Yohanes Pembaptis sebagai bentara Kristus memberi aba-aba bahwa akan ada tanda, yaitu Roh Kudus yang turun dari langit dan tinggal di atas-Nya. "Jika engkau melihat Roh turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah yang akan membaptis dengan Roh Kudus." (Yoh. 1:33).
Bagi Yohanes Pembaptis, panggilan adalah jalan untuk mengenal Kristus Anak Domba Allah. Setelah mengenal Mesias sejati itu, ia pun menunjukkan-Nya kepada para muridnya. "Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia," yang seharusnya dinantikan dan diikuti banyak orang. Mesias datang kepada Yohanes Pembaptis untuk dibaptis.
Hanya melalui pembaptisan ini Yohanes Pembaptis bisa mengenal Yesus dengan baik, dan dengan berani memberi kesaksian, "Dia inilah Anak Allah." (Yoh. 1:34). Ia merendahkan Diri dibaptis supaya bisa dikenal lalu diwartakan. Dan bersama orang banyak yang sudah bertobat dan dibaptis Ia bimbing menuju keselamatan paripurna. Ia menjadi jaminan keselamatan sebab Dialah yang menghapus dosa.
Bertekun dalam Karya Kasih
Bertekun dalam karya kasih sebagai murid-murid Tuhan di zaman ini dalam pelbagai bidang pelayanan, sesungguhnya kita memberi kesaksian bahwa Tuhan itu ada, dan Anda adalah saksinya. Dan kepada sesama pun kita boleh mewartakan, Anda pun dipanggil menjadi anak Allah.
Rasul Yohanes mengajarkan bahwa semua orang dipanggil menjadi anak-anak Allah untuk mengenal kebenaran. Kebenaran ada di dalam Allah yang kini tampak dalam Diri Mesias yang sudah ada di antara kita.
Hidup dalam kebenaran berarti tidak melawan atau melanggar perintah Allah. Seperti Allah, Kristus juga adalah kebenaran. Maka setiap orang yang melakukan kebenaran berasal dari Kristus. Hal ini kontras dengan dunia yang tidak kenal kebenaran, juga tidak kenal Allah atau jika terpaksa kenal itu pun kabur sebab dunia agungkan keangkuhan, kuasa, uang dan kejahatan.
Menjadi Anak-Anak Allah
Sebagai anak-anak Allah walau masa depan itu tampak kabur karena desakan kepentingan dunia, tetap optimis berlangkah maju bersama Mesias Sang Cahaya. Menjadi anak-anak Allah itu bukan pilihan melainkan hadiah khusus dari Tuhan yang patut disyukuri. Ketika Kristus menyatakan Diri, kita akan sama seperti Dia. Walau kita berdosa, Dia menghapus dosa melalui tobat. Di dalam Kristus tidak ada dosa, hanya ada rahmat keselamatan.
Maka Pemazmur menanggapi dalam madahnya, "Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus." (Mzm. 98:1).
Tangan kanan dan lengan perkasa untuk menyelamatkan dari Allah ada dalam Yesus Putra-Nya. Sebab itu Ia lahir untuk semua orang dari penjuru mana pun yang percaya kepada-Nya.
Allah Angkat Kita Menjadi Putra-putri-Nya
Allah angkat kita menjadi putra-putri-Nya sebagai anugerah berkat pahala Yesus Kristus Putra Kekasih-Nya. Kita ikut Yesus supaya kenal Dia, mewartakan dan memberi kesaksian tentang Dia, dalam usaha hidup baik di hadapan Tuhan, selalu berbuat baik dan menaruh belas kasih kepada sesama.
Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar