
Renungan Katolik Hari Ini: Bersyukurlah Kepada Tuhan
Pada hari Selasa Biasa Pekan I Adven, kita diajak untuk merenungkan pentingnya bersyukur kepada Tuhan. Tema renungan ini mengajak kita untuk menjadikan syukur sebagai bagian dari kehidupan rohani kita, terutama dalam masa Adven yang merupakan masa penantian akan kedatangan Sang Juruselamat.
Berikut adalah bacaan liturgi yang menjadi dasar renungan hari ini:
Bacaan Pertama: Yesaya 11:1-10
Roh Tuhan akan ada padanya. Pada akhir zaman, sebuah tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. Roh Tuhan akan ada padanya, yaitu roh hikmat dan pengertian, roh penasihat dan keperkasaan, roh pengenal dan takut akan Tuhan. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang. Tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan dengan kejujuran akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri. Ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang yang tetap terikat pada pinggangnya. Pada waktu itu serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan merumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya. Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput dan anak-anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu. Bayi akan bermain-main dekat liang ular tedung, dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak. Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus. Sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan Tuhan, seperti air laut yang menutupi dasarnya. Maka pada waktu itu taruk dari pangkal Isai akan berdiri sebagai panji-panji bagi para bangsa. Dia akan dicari oleh suku-suku bangsa, dan tempat kediamannya akan menjadi mulia. Demikianlah Sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan: Mzm 72:2, 7-8, 12-13, 17
Ref: Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya, dan damai sejahtera berlimpah sampai selama-lamanya.
Ya Allah, kiranya raja mengadili umat-Mu dengan keadilan dan menghakimi orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum! Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan! Kiranya ia memerintah dari laut sampai ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi! Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, ia akan membebaskan orang tertindas dan orang yang tidak punya penolong; ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang papa. Biarlah namanya tetap selama-lamanya, kiranya namanya semakin dikenal selama ada matahari. Kiranya segala bangsa saling memberkati dengan namanya, dan menyebut dia berbahagia.
Bait Pengantar Injil
Tuhan pasti datang, Ia datang dengan megah, dan mata para hamba-Nya akan berseri-seri.
Bacaan Injil: Lukas 10:21-24
Yesus bergembira dalam Roh Kudus. Pada waktu itu bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata, “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan di hati-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tiada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang oleh Anak diberi anugerah mengenal Bapa.” Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya dan berkata, “Berbahagialah mata yang melihat apa yang kalian lihat. Sebab Aku berkata kepada kamu, banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kalian lihat, namun tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kalian dengar, tetapi tidak mendengarnya.” Demikianlah Injil Tuhan.
Renungan Harian Katolik: Bersyukurlah Kepada Tuhan
Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus, salah satu jenis doa yang bisa dilakukan setiap hari, khususnya pada Masa Adven, adalah doa syukur. Katekismus Gereja Katolik mengajarkan bahwa ucapan syukur merupakan ciri khas doa di dalam Gereja, yang dalam perayaan Ekaristi (= ucapan syukur) menyatakan hakikatnya (No. 2637). Apa saja yang perlu disyukuri? Selain atas apa pun yang telah Bapa kerjakan dalam hidup kita atau atas apa pun yang telah kita terima dari pada-Nya, tiap kejadian dan kebutuhan dapat menjadi ucapan syukur, sama seperti mereka dapat menjadi pokok doa permohonan (Katekismus Gereja Katolik, No. 2638).
Karena tiap kejadian dan kebutuhan dapat menjadi inspirasi dalam bersyukur, maka apa pun dan dalam keadaan apa pun sejatinya kita bisa bersyukur kepada Bapa. Itulah sebabnya, Rasul Paulus memberi nasihat demikian, Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu (1Tes 5:18).
Contoh paling jelas dapat kita lihat dalam Injil hari ini. Dalam Roh Kudus, Yesus berdoa kepada Bapa-Nya dengan gembira, “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan di hati-Mu.” Doa syukur Yesus kepada Bapa-Nya merupakan sebuah seruan kegembiraan yang disebabkan oleh laporan dari ketujuh puluh murid-Nya yang sukses dalam perutusan mereka.
Dalam doa syukur tersebut, dengan akrab Yesus menyebut Allah sebagai Bapa. Dia mengakui dan memuji Bapa-Nya karena Bapa telah mengizinkan “orang-orang kecil” ini memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi di dunia, yakni suatu peperangan yang menentukan antara baik dan jahat. Karena itu, sepulang dari perutusan, para murid yang berjumlah tujuh puluh orang itu berkata kepada Yesus, Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu. Dalam peperangan rohani, para murid tampil sebagai pemenang dan mereka kembali kepada Yesus sebagai para pemenang.
Para saudara, para murid mampu melihat dan mendengar apa yang didambakan oleh para nabi dan para raja dan mereka tidak pernah mengalaminya. Mengapa? Karena para murid mau bersikap rendah hati dan sederhana, yang pada umumnya tidak dimiliki oleh orang bijak dan pandai (dan berkuasa) di dunia ini.
Hari ini kita belajar dari para murid Yesus, yang bersikap rendah hati, sederhana, tetap “kecil” di hadapan Allah dan mau bergantung sepenuhnya kepada Allah. Dengan demikian, mereka juga dimampukan untuk melihat dan mengalami secara pribadi karya Allah yang mengagumkan. Dari pengalaman akan rasa takjub atas karya Allah yang mengagumkan, lahirlah rasa syukur dalam doa kepada Bapa.
Hal ini telah ditunjukkan oleh Yesus dalam doa syukur-Nya. Selanjutnya, kita bisa berdoa sendiri, bersyukur kepada Bapa atas segala karya-Nya bagi kita, sebab itulah yang Ia kehendaki dari kita, anak-anak-Nya.
Hari ini Yesus telah memberi contoh bagaimana bersyukur kepada Bapa. Maka, jika kita mau belajar dari Yesus, Sang Guru, kita bisa menjadi pribadi yang tahu bersyukur kepada Allah, Bapa kita, juga kepada Yesus Putra-Nya dan kepada Maria, Bunda-Nya. Belajar, maka diandaikan juga ada saat-saat untuk berlatih, berlatih untuk berdoa syukur.
Pertanyaannya, mengapa mesti harus berlatih? Karena bersyukur itu tidak mudah dan Gereja memang mengajarkan, Doa harus dilatih (Katekismus Gereja Katolik, No. 2650). Termasuk doa syukur harus dilatih, harus dibiasakan. Jika tidak, kita tidak bisa, juga tidak biasa bersyukur. Padahal, ucapan syukur merupakan ciri khas doa di dalam Gereja (Katekismus Gereja Katolik, No. 2637). Maka, ciri khas tersebut mestinya juga mesti menjadi karakter setiap murid Yesus dan setiap anak Bapa surgawi, yang dalam doa hariannya tidak lupa untuk bersyukur atas segala rahmat yang telah Bapa berikan dengan cuma-cuma, dengan pengantaraan Putra-Nya.
Mari kita menandai doa harian kita, khususnya dalam Masa Adven ini, dengan bersyukur. Bersyukur, itu ungkapan iman orang yang rendah hati. Maka, kita perlu bersyukur, juga kalau hati kita selalu merasakan dan mengakui bahwa Tuhan itu baik. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! (Mzm 106:1; 107:1; 118:1; 136:1).
Doa
Ya Tuhan, bantulah kami agar kami mampu menghayati masa penantian ini dengan iman kami. Semoga masa ini menjadi masa yang berahmat bagi kami untuk semakin mengenal Engkau sebagai penyelamat kami. Bantulah kami agar kami mampu untuk senantiasa berjaga dan waspada dalam iman. Amin.
Sahabatku yang terkasih, Selamat Hari Selasa Adven I. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus....Amin.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar