Respon Dunia terhadap Serangan AS ke Venezuela

Penjelasan Kekhawatiran Global terhadap Serangan Amerika Serikat ke Venezuela

Negara-negara di seluruh dunia mengecam tindakan yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap Venezuela setelah Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa pasukan AS telah menculik pemimpin negara tersebut, Nicolas Maduro, setelah melancarkan "serangan skala besar" di negara Amerika Selatan tersebut. Pernyataan ini memicu reaksi keras dari berbagai negara dan organisasi internasional.

Reaksi dari Rusia

Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut serangan pada hari Sabtu terhadap Venezuela sebagai "tindakan agresi bersenjata" yang sangat mengkhawatirkan dan patut dikutuk. Mereka menilai dalih yang digunakan untuk membenarkan tindakan tersebut tidak berdasar. Dalam situasi saat ini, yang paling penting adalah mencegah eskalasi lebih lanjut dan fokus pada pencarian jalan keluar dari situasi ini melalui dialog. Rusia juga menekankan bahwa Amerika Latin harus tetap menjadi zona perdamaian, seperti yang dideklarasikan pada 2014, serta memastikan bahwa Venezuela memiliki hak untuk menentukan nasibnya sendiri tanpa campur tangan luar negeri.

Selain itu, Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa mereka akan bergabung dengan otoritas Venezuela dan para pemimpin negara-negara Amerika Latin dalam menyerukan pertemuan mendesak Dewan Keamanan PBB.

Reaksi dari Iran

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei, menyatakan bahwa AS "dengan arogan mencoba memaksakan sesuatu pada negara, para pejabat, pemerintah, dan bangsa" Venezuela. Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan menyerah kepada musuh. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa mereka “mengutuk keras serangan militer Amerika terhadap Venezuela dan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan nasional dan integritas teritorial negara tersebut.”

Reaksi dari Kolombia

Presiden Kolombia Gustavo Petro menyerukan pertemuan Dewan Keamanan PBB, dengan mengatakan bahwa serangan AS merupakan "agresi terhadap kedaulatan Venezuela dan Amerika Latin." Petro juga menyatakan bahwa Kolombia akan mengerahkan pasukan ke perbatasan jika terjadi gelombang pengungsi besar-besaran.

Reaksi dari Uni Eropa

Kaja Kallas, perwakilan tinggi Uni Eropa untuk urusan luar negeri dan kebijakan keamanan, menyatakan bahwa Uni Eropa memantau situasi di Venezuela dengan cermat. Ia menekankan bahwa prinsip-prinsip hukum internasional dan Piagam PBB harus dihormati. Keselamatan warga negara Uni Eropa di negara tersebut menjadi prioritas utama.

Reaksi dari Jerman

Di Jerman, Roderich Kiesewetter, seorang anggota terkemuka dari Uni Demokrat Kristen konservatif, menyebut serangan AS sebagai "kudeta." Ia mengkritik tindakan Presiden Trump yang dinilai meninggalkan tatanan berbasis aturan yang telah membentuk sistem internasional sejak 1945. Kiesewetter menambahkan bahwa Trump menghancurkan apa yang tersisa dari kepercayaan terhadap AS.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Jerman menyatakan bahwa mereka mengamati situasi di Venezuela dengan sangat prihatin dan akan segera melakukan pertemuan tim krisis untuk diskusi lebih lanjut.

Reaksi dari Belgia

Maxime Prevot, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Belgia, menyatakan bahwa keselamatan warganya di Venezuela adalah prioritas utama. Ia menjelaskan bahwa kedutaan besar Belgia di Bogotá, yang bertanggung jawab atas Venezuela, serta layanan di Brussels sepenuhnya dimobilisasi dan sedang memantau situasi secara ketat, bekerja sama dengan mitra Eropa.

Reaksi dari Spanyol

Kementerian Luar Negeri Spanyol menyerukan de-eskalasi, moderasi, dan penghormatan terhadap hukum internasional di Venezuela. Mereka menyatakan siap menawarkan jasa baiknya untuk mencapai solusi damai melalui negosiasi.

Reaksi dari Italia

Giuseppe Conte, mantan perdana menteri dan pemimpin partai oposisi saat ini di Italia, menyatakan bahwa operasi AS tidak memiliki dasar hukum. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani menyatakan bahwa Roma dan perwakilan diplomatiknya di Caracas memantau situasi dengan perhatian khusus pada komunitas Italia di negara tersebut.

Reaksi dari Trinidad dan Tobago

Di Trinidad dan Tobago, Perdana Menteri Kamala Persad-Bissessar menegaskan bahwa negara tersebut tidak berpartisipasi dalam operasi militer AS di Venezuela. Ia menekankan bahwa negara tersebut terus menjaga hubungan damai dengan rakyat Venezuela.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan