Respons Indro Warkop soal mens rea Pandji Pragiwaksono: Prihatin hingga singgung pengalaman Warkop

JAKARTA, nurulamin.pro–Artis peran sekaligus komedian Indro Warkop turut menanggapi laporan polisi terhadap komika Pandji Pragiwaksono terkait materi stand-up comedy dalam spesial show berjudul Mens Rea.

Seperti diketahui, Pandji dilaporkan oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah ke Polda Metro Jaya pada 7 Januari 2026 atas dugaan pencemaran nama baik.

Berikut rangkuman pernyataan Indro Warkop terkait kasus tersebut.

Prihatin

Indro Warkop mengaku prihatin atas laporan polisi yang menjerat Pandji Pragiwaksono.

Menurutnya, perdebatan yang muncul seharusnya disikapi dengan pemahaman hukum yang tepat.

“Harus lebih banyak belajar lah ya. Opini saya, saya tertarik dengan bahasanya Pak Mahfud MD yang lebih mengerti soal hukum,” kata Indro saat ditemui di XXI Plaza Indonesia, kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Kemunduran Cara Berpikir

Indro menilai pelaporan tersebut sebagai sebuah kemunduran dalam cara berpikir yang patut disayangkan.

Ia menilai respons terhadap perbedaan pendapat tidak seharusnya berujung pada pelaporan hukum.

“Ya, disayangkan ini sebuah kemunduran cara berpikir. Logika saja salah. Kalau memang tidak terjadi, ngapain harus ada penolakan?” ujar Indro.

Ia pun membandingkan situasi saat ini dengan pengalamannya di masa Orde Baru. Menurut Indro, Warkop kala itu tidak pernah dilaporkan, melainkan mendapat teguran langsung dari pemerintah.

“Dilaporkan enggak pernah, tapi kita ditegur oleh pemerintah,” katanya.

Benturan Rakyat dengan Rakyat

Lebih lanjut, Indro menyoroti kondisi saat ini yang dinilainya memunculkan benturan antarsesama warga.

Ia menilai situasi tersebut tidak sehat bagi kehidupan demokrasi.

“Kalau dulu zaman saya ada penguasa. Kalau sekarang penguasa mempergunakan orang lain untuk dibenturkan kepada kita, ini enggak boleh,” ucap Indro.

Indro pun mengingatkan agar perbedaan pandangan tidak memicu perpecahan di tengah masyarakat.

“Jangan, jangan. Ingat Sumpah Pemuda makanya, supaya jangan ada hal-hal seperti itu muncul,” tegasnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan