Respons Kelompok Zikir di Candi Prambanan, Kesbangpol Ingatkan Penghormatan terhadap Keagungan Candi

Pernyataan Kesbangpol Jawa Tengah Terkait Video Zikir di Candi Prambanan

SEMARANG – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah merespons beredarnya video di media sosial yang menampilkan sekelompok orang melakukan zikir di kawasan pelataran Candi Prambanan. Kesbangpol menekankan pentingnya menjaga toleransi sekaligus menghormati fungsi dan kesakralan ruang keagamaan.

Plt Kepala Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah, Pradhana Agung Nugraha, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjunjung tinggi nilai toleransi, kerukunan, dan kebebasan beragama sesuai dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Namun, kebebasan beragama harus dilaksanakan dengan memperhatikan aturan hukum, fungsi ruang, serta sensitivitas lokasi.

“Candi Prambanan merupakan situs cagar budaya nasional sekaligus warisan dunia yang memiliki nilai historis dan religius bagi umat Hindu. Kawasan tersebut bukan ruang bebas tanpa aturan dan memiliki tata kelola yang harus dihormati oleh siapa pun,” ujarnya dalam keterangan resminya.

Kesbangpol menegaskan bahwa toleransi tidak dapat dimaknai sebagai pembenaran atas penggunaan ruang sakral secara tidak tepat. Sebaliknya, perbedaan keyakinan juga tidak boleh dijadikan alasan untuk memecah persatuan dan merusak harmoni sosial.

Dari sisi ketertiban umum, Kesbangpol mengingatkan bahwa setiap kegiatan keagamaan, sosial, maupun budaya di ruang publik, terlebih di kawasan cagar budaya, wajib memperhatikan aspek perizinan, fungsi tempat, serta nilai yang melekat pada lokasi tersebut. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi kesalahpahaman dan keresahan di tengah masyarakat.

“Kebebasan beragama dan beribadah adalah hak konstitusional setiap warga negara, namun pelaksanaannya harus tetap memperhatikan aturan hukum, fungsi ruang, serta nilai dan sensitivitas lokasi yang digunakan,” tambahnya.

Selain itu, masyarakat diminta untuk tidak menyikapi peristiwa tersebut secara emosional atau provokatif. Dia mengimbau agar ruang digital dimanfaatkan secara bijak dengan mengedepankan klarifikasi, dialog, dan sikap saling menghormati.

Menurutnya, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya meningkatkan literasi kebangsaan, wawasan kebhinekaan, serta pemahaman mengenai batas antara kebebasan beragama dan kewajiban menghormati ruang serta simbol keagamaan pihak lain.

“Jawa Tengah adalah rumah bersama bagi semua umat beragama. Prinsip toleransi selalu kami junjung tinggi, namun toleransi bukan berarti mengabaikan batas. Toleransi sejati lahir dari sikap saling menghormati dan menempatkan diri secara bijak,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Kesbangpol menyatakan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas sosial, ketenteraman masyarakat, dan kerukunan antarumat beragama melalui dialog, musyawarah, serta pendekatan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Sebelumnya, video tersebut diunggah di media sosial Instagram akun @_thinksmart.id. Dalam video yang diunggah, tampak beberapa pria duduk bersila di pelataran Candi Prambanan. Mereka duduk menghadap ke bangunan candi sembari melaksanakan zikir bersama-sama.

PT Taman Wisata Candi (PT TWC) sebagai pengelola angkat bicara terkait dengan hal tersebut. Corporate Secretary InJourney Destination Management, Destantiana Nurina, menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya peristiwa dan ketidaknyamanan yang muncul akibat peristiwa ini.

Destantiana Nurina menyampaikan, PT Taman Wisata Candi bersama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X akan meningkatkan pengawasan terhadap perilaku dan aktivitas wisatawan sesuai dengan norma, kaidah, dan nilai-nilai luhur Candi Prambanan yang bercorak situs cagar budaya Hindu terbesar di Indonesia.

Di dalam keterangan tertulis disebutkan kejadian tersebut berlangsung di sisi utara Candi Siwa pada 25 Desember 2025 pukul 11.00 WIB. Rombongan berjumlah sekitar 11 orang yang berasal dari Semarang, Jawa Tengah.

“Polisi Khusus (Polsus) Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X telah memperingatkan kepada rombongan yang melakukan zikir di Candi Prambanan,” ucapnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan