Keluarga dan Pihak Terkait Berusaha Menemukan Sherly yang Menghilang
Kabar mengenai kehilangan Sherly, anak dari Mpok Alpa, memicu kekhawatiran di kalangan keluarga dan pihak terkait. Peristiwa ini terjadi menjelang sidang ahli waris yang seharusnya digelar di Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Sidang tersebut akhirnya harus ditunda karena keberadaan Sherly tidak diketahui.
Sherly dikabarkan menghilang tiga hari sebelum sidang berlangsung. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar tentang alasan mengapa ia pergi tanpa memberi kabar. Sementara itu, ayah Sherly, Aji Darmaji atau dikenal sebagai Idung, mengaku cemas dan khawatir akan kemungkinan adanya provokasi dari pihak luar. Ia menyatakan bahwa permohonan perwalian yang diajukannya ke pengadilan murni untuk kepentingan anak-anak, bukan terkait rebutan warisan.

Idung juga mencoba mencari keberadaan Sherly melalui teman-temannya. Ia berharap agar Sherly hanya pergi sementara untuk menenangkan pikirannya. Namun, hingga kini belum ada kabar apapun tentang keberadaannya.
Respons dari Keluarga
Kakak Mpok Alpa, yaitu Mpok Banong, memberikan respons atas kehilangan Sherly. Ia mengaku tidak tahu tentang kabar tersebut karena jarang berkunjung ke rumah Mpok Alpa. Mpok Banong menyebutkan bahwa ia biasanya berkunjung seminggu dua kali atau bahkan tiga kali.
Namun, ia mengklaim masih bertemu dengan Sherly saat terakhir kali berkunjung ke rumah Mpok Alpa. Meski begitu, Mpok Banong menyindir sikap Idung yang tidak memberitahunya tentang kepergian Sherly. Ia mengatakan bahwa Idung tidak memberi tahu dirinya, sehingga membuatnya merasa tidak tahu apa-apa.

Mpok Banong juga mengungkapkan bahwa ia pernah menitipkan Sherly kepada Idung untuk dijaga dengan baik. Ia berharap bahwa sebagai orang tua, Idung tahu tanggung jawabnya dalam merawat putrinya. Namun, situasi yang terjadi saat ini justru menunjukkan bahwa hal tersebut tidak terpenuhi.
Sidang Ahli Waris yang Ditunda
Sidang penetapan ahli waris mendiang Mpok Alpa yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (11/12/2025) terpaksa ditunda karena kehilangan Sherly. Sebelumnya, Idung telah mengajukan permohonan perwalian anak-anaknya ke pengadilan pada Senin (15/9/2025). Permohonan ini dilakukan sebelum 40 hari kepergian sang istri.
Dalam beberapa wawancara, Idung mengungkapkan bahwa tujuan dari permohonan perwalian adalah untuk kepentingan anak-anak, khususnya dalam pengurusan dokumen pendidikan mereka. Ia membantah isu bahwa permohonan tersebut terkait dengan rebutan harta warisan.
Sherly sendiri sebenarnya tidak menunjukkan tanda-tanda tidak suka terhadap langkah yang diambil ayahnya. Bahkan, ia hadir di Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada Senin (22/9/2025) sebagai saksi atas permohonan perwalian yang diajukan ayahnya. Selain Sherly, ada juga saksi lain bernama Roni yang merupakan kerabat dekat keluarga.
Namun, pada sidang yang digelar pada Kamis (11/12/2025), Sherly justru tidak hadir. Ini menimbulkan kekhawatiran bagi pihak keluarga dan pengadilan. Idung mengatakan bahwa ia tidak tahu alasan mengapa Sherly tidak muncul. Ia berharap bahwa kepergian Sherly hanya bersifat sementara dan bukan disebabkan oleh provokasi dari pihak luar.
Upaya Mencari Keberadaan Sherly
Idung kini tengah berusaha mencari keberadaan Sherly melalui komunikasi dengan teman-temannya. Ia berharap bisa mengetahui apakah Sherly marah atau hanya sedang mengambek. Meski demikian, hingga kini belum ada informasi yang jelas tentang keberadaannya.
Idung juga menyampaikan harapan bahwa Sherly hanya ingin menenangkan pikirannya dengan pergi dari rumah. Ia berharap tidak ada provokasi dari pihak luar yang memengaruhi keputusan Sherly. Meski begitu, ia tetap merasa khawatir dan berusaha mencari solusi terbaik untuk menemukan putrinya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar