Respons Trase Earth, RGE Hentikan Pasokan dari PT BCL

Langkah Tegas RGE Menghentikan Pasokan Kayu dari PT BCL

Royal Golden Eagle (RGE) melalui anak usahanya, Asia Symbol, mengambil langkah tegas dengan menghentikan seluruh pasokan wood chip atau serpihan kayu dari PT Balikpapan Chip Lestari (BCL). Langkah ini diambil karena adanya indikasi keterlibatan perusahaan tersebut dalam hilangnya tutupan hutan, terutama untuk para pemegang konsesi hutan tanaman industri (HTI).

Deputy Head of Corporate Communications RGE Indonesia, Agus Hidayat, menyatakan bahwa keputusan ini diambil setelah Asia Symbol melakukan analisis awal terhadap perubahan tutupan lahan pada pemasok PT BCL antara 2020 hingga 2024. Analisis tersebut dilakukan sebagai respons atas tuduhan yang diterima perusahaan terkait dugaan ketidakpatuhan dari pemasok PT BCL terhadap kebijakan no-deforestation.

Seluruh grup usaha RGE berkomitmen pada kebijakan no-deforestation dan semua pemasok diwajibkan untuk mematuhi kebijakan ini tanpa pengecualian, ujar Agus dalam pernyataan tertulis.

Sebelumnya, investigasi oleh Asia Symbol pada 2023 menemukan adanya perubahan tutupan lahan di konsesi kehutanan salah satu pemasok PT BCL, yaitu PT Industrial Forest Plantation (PT IFP). Atas permintaan Asia Symbol, PT BCL menghentikan pasokan dari PT IFP sejak 2023 hingga saat ini.

Seluruh entitas usaha RGE berkomitmen tegas dalam menangani setiap indikasi ketidakpatuhan terhadap kebijakan dan prosedur kami terkait sumber pasokan kayu dan keberlanjutan, tambah Agus.

Hubungan RGE dengan Deforestasi

Laporan yang dirilis oleh Trase Earth pada Selasa (9/12/2025) menyebutkan bahwa RGE, yang dimiliki oleh konglomerat Sukanto Tanoto, terkait dengan deforestasi tahunan terbesar di sektor ini selama 2023 dan 2024. Sebagian besar deforestasi tersebut terkait dengan satu pabrik serpihan kayu, yaitu PT BCL di Provinsi Kalimantan Timur.

PT BCL secara eksklusif memasok produk serpihan kayu ke pabrik pulp milik anak usaha Royal Golden Eagle di Shandong, China. Trase Earth juga mencatat bahwa RGE memberi konfirmasi pada Desember 2023 tentang pembelian serpihan kayu dari PT Balikpapan Chip Lestari. RGE juga berkomitmen untuk bekerja sama dengan pabrik tersebut agar menghentikan pembelian kayu dari konsesi yang masih melakukan deforestasi.

Hasil analisis kami mengindikasikan bahwa pada 2024, pabrik serpihan kayu tersebut masih menerima bahan baku kayu dari pemasok yang menyebabkan deforestasi seluas 7.578 hektare selama lima tahun sebelumnya, tulis Adelina Chandra, salah satu penulis laporan.

Kebijakan No-Deforestation yang Diutamakan

Kebijakan no-deforestation menjadi prioritas utama bagi RGE dan seluruh anak usahanya. Keputusan untuk menghentikan pasokan dari PT BCL merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan memastikan bahwa semua pemasok mematuhi aturan yang telah ditetapkan.

Agus Hidayat menekankan bahwa RGE tidak akan mengizinkan adanya pelanggaran terhadap kebijakan ini. Pihaknya juga menegaskan bahwa setiap indikasi ketidakpatuhan akan ditangani secara tegas dan transparan.

Tantangan dan Kepatuhan Lingkungan

Meskipun RGE telah mengambil langkah-langkah tegas, laporan dari Trase Earth menunjukkan bahwa masalah deforestasi masih terjadi di sejumlah wilayah yang dikontraksikan oleh PT BCL. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada upaya untuk menghentikan praktik-praktik yang merusak lingkungan, masih ada tantangan yang harus dihadapi oleh perusahaan.

Dalam konteks ini, RGE dan Asia Symbol tetap berkomitmen untuk terus memantau dan memastikan bahwa semua pemasok mereka mematuhi kebijakan keberlanjutan yang telah ditetapkan. Dengan demikian, RGE ingin menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada tanggung jawab lingkungan yang lebih luas.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan