Retakan Rumah dan Ancaman Longsor di Wonosalam Menarik Perhatian Pemkab Jombang

Retakan Rumah dan Ancaman Longsor di Wonosalam Menarik Perhatian Pemkab Jombang

Pemantauan Intensif terhadap Retakan Rumah dan Potensi Longsor di Kecamatan Wonosalam

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, Jawa Timur, terus melakukan pemantauan intensif terhadap retakan rumah warga dan potensi longsor di Kecamatan Wonosalam. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu kawasan rawan bencana, sehingga pihak terkait berupaya memastikan keselamatan masyarakat.

Dalam rapat koordinasi terbaru yang digelar pada Jumat (12/12/2025), berbagai langkah penanganan bencana dibahas secara mendalam. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu surat resmi dari pemerintah desa dan kecamatan sebagai dasar untuk melakukan tindak lanjut penanganan teknis di lapangan.

"Kita masih menunggu surat dari pemerintah Desa dan Kecamatan," kata Wiku, Sabtu 13 Desember 2025. Meski demikian, hasil peninjauan awal menunjukkan bahwa seluruh rumah di area terdampak mengalami retakan. Salah satu rumah dinyatakan mengalami kerusakan paling parah dan berpotensi membahayakan keselamatan penghuninya, terutama saat curah hujan tinggi.

BPBD Kabupaten Jombang juga telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Timur guna memastikan langkah mitigasi bencana berjalan sesuai prosedur. Tim gabungan sudah turun ke lokasi untuk memantau pergerakan tanah dan mengawasi titik-titik rawan. Kami juga mengimbau pemerintah desa dan kecamatan agar melarang aktivitas masyarakat di area berisiko tinggi, khususnya saat hujan deras, ucap Wiku.

Sistem Peringatan Dini di Titik Rawan Longsor

Sebagai langkah mitigasi, BPBD Provinsi Jawa Timur telah memasang satu unit Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini di titik rawan longsor. Alat tersebut terhubung dengan jaringan internet dan secara otomatis mengirimkan data ke pusat pemantauan provinsi. Jika terdeteksi pergerakan tanah, sistem akan mengeluarkan sinyal peringatan dini untuk memberi tahu warga agar segera melakukan langkah antisipasi, jelasnya.

Wiku menambahkan, pemetaan zona rawan longsor di Wonosalam dilakukan berdasarkan riwayat kejadian bencana. Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah tersebut tercatat berulang kali mengalami longsor, termasuk di Desa Sambirejo dan Desa Wonosalam, yang masuk kategori area paling rawan longsor di Kabupaten Jombang.

Pelatihan Mitigasi Bencana untuk Masyarakat

Selain itu, BPBD juga telah memberikan pelatihan mitigasi bencana kepada masyarakat setempat, termasuk penyusunan dokumen kebencanaan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan warga. Untuk penanganan teknis lanjutan, kewenangan sepenuhnya berada di BPBD Provinsi Jawa Timur, terangnya.

Dengan intensifikasi pemantauan serta dukungan dari BPBD Kabupaten dan Provinsi, Pemkab Jombang berharap risiko longsor di Wonosalam dapat ditekan. Masyarakat diminta tetap waspada dan siap menghadapi potensi bencana selama musim hujan.

Langkah-Langkah Mitigasi yang Dilakukan

  • Pemantauan Berkala: BPBD Kabupaten Jombang melakukan pemantauan berkala untuk memastikan tidak ada perubahan signifikan pada kondisi tanah dan struktur bangunan.
  • Koordinasi dengan BPBD Provinsi: Koordinasi antara BPBD Kabupaten dan Provinsi Jawa Timur dilakukan untuk memastikan langkah mitigasi sesuai standar dan prosedur yang berlaku.
  • Pemasangan Sistem Peringatan Dini: Satu unit EWS dipasang di titik rawan longsor untuk memberikan peringatan dini jika terjadi pergerakan tanah.
  • Pelatihan Kesiapsiagaan: Masyarakat diberikan pelatihan mitigasi bencana untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan dalam menghadapi ancaman bencana.
  • Pengamanan Area Berisiko Tinggi: Pemerintah desa dan kecamatan diminta untuk melarang aktivitas masyarakat di area berisiko tinggi, khususnya saat hujan deras.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan