Retakan Tanah Puluhan Meter Muncul di Jombang, BPBD Lakukan Pemeriksaan

Retakan Tanah Puluhan Meter Muncul di Jombang, BPBD Lakukan Pemeriksaan

Retakan Tanah di Wonosalam Jombang Memicu Kewaspadaan

Di kawasan Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, muncul retakan tanah yang cukup mengkhawatirkan. Retakan ini terletak di lereng bukit dan memiliki panjang mencapai puluhan meter. Fenomena alam ini langsung menarik perhatian tim penanggulangan bencana setempat untuk segera melakukan tindakan pencegahan.

Retakan pertama kali ditemukan oleh seorang petani di area perkebunan Dusun Jumok, Desa Sambirejo, pada hari Kamis (4/12/2025) pagi. Setelah mengetahui potensi bahaya dari temuan tersebut, warga segera melaporkannya kepada kepala dusun. Selanjutnya, kepala dusun berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang untuk mengambil langkah lebih lanjut.

Tim Pusdalops BPBD Jombang langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan mendalam. Hasil pengukuran sementara menunjukkan bahwa retakan membentang hampir 50 meter dengan lebar antara 9 hingga 20 sentimeter. Di beberapa titik, kedalaman retakan bahkan mencapai lebih dari satu meter.

Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, menjelaskan bahwa kondisi tanah di wilayah Wonosalam secara alamiah labil. Oleh karena itu, retakan ini dianggap sebagai tanda peringatan serius.

"Tim kami sedang memetakan area dan mengidentifikasi titik-titik rawan. Kami mengimbau warga untuk tidak mendekati zona retakan, terlebih saat intensitas hujan tinggi," ujar Wiku saat dikonfirmasi di Pendopo Kabupaten Jombang, Jumat (12/12/2025).

Meski jarak retakan dari pemukiman terdekat sekitar setengah kilometer, otoritas setempat tetap tidak menganggap remeh situasi ini. Pergerakan tanah dinilai dapat berkembang secara tiba-tiba, terutama selama musim penghujan.

Tanggapan dari Kepala Desa

Kepala Desa Sambirejo, Sungkono, membenarkan adanya retakan dan mengaku telah memberikan instruksi kepada warganya untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia juga meminta masyarakat yang beraktivitas di sekitar lahan pertanian dan perkebunan di zona tersebut untuk selalu berhati-hati.

"Sudah kami imbaukan kepada masyarakat, khususnya yang beraktivitas di sekitar lahan pertanian dan perkebunan di zona tersebut, untuk selalu waspada," ujar Sungkono saat dikonfirmasi terpisah.

Saat ini, BPBD Jombang terus memantau perkembangan kondisi di lapangan sembari menyusun rekomendasi teknis berdasarkan hasil asesmen lengkap. Pemerintah desa dan aparat kecamatan juga siaga untuk melakukan langkah-langkah evakuasi jika diperlukan.

Langkah Pencegahan yang Dilakukan

Beberapa langkah pencegahan telah diambil oleh pihak berwenang untuk menghindari risiko yang lebih besar. Antara lain:

  • Tim BPBD melakukan pemeriksaan rutin dan pemetaan daerah rawan.
  • Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati zona retakan, terutama saat cuaca ekstrem.
  • Pengawasan dilakukan secara ketat oleh pemerintah desa dan aparat kecamatan.
  • Informasi terkini disampaikan secara berkala kepada warga untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya.

Dengan situasi yang masih dalam pantauan, masyarakat diharapkan tetap tenang dan patuh pada anjuran dari pihak berwenang. Tindakan preventif dan koordinasi antara BPBD, pemerintah desa, serta warga menjadi kunci dalam menghadapi fenomena alam seperti ini.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan