Revitalisasi Selesai, Menteri Budaya RI Resmikan Gedung Rakyat Slawi: Ruang Kreativitas dan Ekspresi

Peresmian Gedung Rakyat Slawi yang Menggembirakan

Setelah menjalani proses revitalisasi sejak Agustus 2025, Gedung Rakyat Slawi atau Gedung Kesenian Kabupaten Tegal akhirnya diresmikan oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon. Acara peresmian berlangsung dengan meriah, dihadiri oleh jajaran pejabat kementerian, pemerintah daerah, hingga tokoh budaya.

Fadli Zon menyampaikan bahwa Gedung Rakyat ini merupakan contoh dari sarana fisik yang kita bangun. Untuk yang nonfisik, pihaknya mendukung melalui program penelitian, kegiatan seni, hingga pembinaan komunitas.

Wakil Bupati Tegal, Ahmad Kholid, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada pemerintah pusat serta Komisi X DPR RI yang telah membantu mewujudkan revitalisasi gedung kesenian tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa dulu kondisi gedung ini kumuh dan kurang layak. Kini, gedung tersebut tampak megah dan estetik. Ini sangat berarti bagi seniman dan budayawan Tegal.

Kholid berharap setelah gedung ini aktif digunakan, akan semakin banyak seniman muda maupun komunitas budaya yang tumbuh dan menciptakan karya, sehingga nama Kabupaten Tegal semakin dikenal.

Ruang Publik untuk Ekspresi Seni

Dikesempatan yang sama, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menegaskan bahwa Gedung Rakyat Slawi adalah ruang publik yang didedikasikan untuk masyarakat Kabupaten Tegal sebagai panggung ekspresi seni dan kebanggaan daerah.

“Ini rumah orang Tegal. Sebuah ruang publik untuk memunculkan karya dan memperkuat identitas budaya lokal,” katanya.

Fadli Zon juga mengapresiasi rangkaian acara yang menyertai peresmian, seperti Kirab Budaya, Festival Poci, Pekan Film Tegal, dan berbagai kegiatan lainnya.

Dia menekankan bahwa revitalisasi gedung seni tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik. Harus ada ekosistem kegiatan budaya yang berkelanjutan. Diantaranya seperti workshop tata kelola gedung kesenian, kalender event tahunan, pameran seni rupa, pertunjukan, festival hingga kegiatan sekolah seperti lomba baca puisi atau seni tradisi.

“Tujuannya agar budaya tidak hanya dilestarikan, tapi juga menggerakkan ekonomi. Ini bagian dari industri budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif yang bisa memperkuat UMKM,” jelasnya.

Pentingnya Situs Semedo

Dalam sambutannya, Fadli Zon juga turut menyinggung pentingnya Situs Semedo yang berada di Kabupaten Tegal, salah satu titik penemuan manusia purba di Indonesia.

Menurutnya, Semedo adalah bagian dari rangkaian peradaban tertua di Nusantara yang memiliki nilai antropologis global.

“Temuan fosil manusia purba di Semedo adalah bagian penting narasi peradaban dunia. Dua minggu lagi, The Java Man juga akan dipulangkan dari Belanda ke Indonesia,” ungkapnya.

Ia berharap ekosistem budaya di Tegal, termasuk museum, kuliner, wisata alam seperti Guci, serta wisata sejarah, semakin terintegrasi sehingga daerah ini dapat menjadi destinasi budaya nasional.

Komitmen Pemerintah dalam Pengembangan Budaya

Menteri Fadli Zon pun menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga memiliki komitmen kuat untuk meningkatkan kunjungan wisata budaya, memajukan kebudayaan nasional, memberdayakan ekonomi kreatif, hingga menguatkan posisi Indonesia dalam peradaban dunia.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan