Revoltasi Pangan Kota: Inovasi "Buruan SAE" Bandung Meraih Dunia

Revoltasi Pangan Kota: Inovasi "Buruan SAE" Bandung Meraih Dunia

Revolusi Pangan Perkotaan di Bandung

Di tengah padatnya pemukiman penduduk di Kota Bandung, sebuah gerakan hijau tumbuh dari balik pekarangan rumah warga. Bukan sekadar hobi berkebun, gerakan bernama Buruan SAE (Sehat, Alami, Ekonomis) ini menjadi revolusi pangan perkotaan yang menawarkan solusi inovatif untuk menghadapi tantangan ketahanan pangan.

Buruan SAE adalah program yang dirancang untuk memperkuat kemandirian pangan masyarakat perkotaan. Program ini tidak hanya bertujuan untuk menanam tanaman pangan, tetapi juga membentuk siklus pertanian terintegrasi yang melibatkan delapan aktivitas utama. Mulai dari budi daya tanaman pangan, peternakan, perikanan, pengolahan sampah organik (kompos), hingga pengolahan hasil panen menjadi produk yang lebih bernilai ekonomi.

Program ini memiliki makna mendalam dalam bahasa Sunda. Kata "Buruan" merujuk pada halaman atau pekarangan rumah, sementara "SAE" merupakan singkatan yang artinya bagus, baik, atau indah. Dengan demikian, Buruan SAE dapat diartikan sebagai halaman yang indah sekaligus membawa manfaat bagi masyarakat.

Inisiatif dan Visi Kepala DKPP

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, adalah sosok di balik kesuksesan program Buruan SAE. Melalui inovasinya, program tersebut telah diadopsi oleh ratusan kelompok tani di kota ini.

Gin Gin lahir di Bandung pada 9 Desember 1966. Ia lulus sarjana dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 1993, lalu meraih gelar master of engineering dari UIM IHE-Delft Belanda pada 2000. Jalur akademis itu telah membekalinya dengan keahlian teknis di bidang pangan dan manajemen perkotaan. Selain itu, ia pernah menjabat beberapa posisi strategis di lingkungan Pemerintah Kota Bandung sebelum memimpin DKPP.

Pengetahuan dan pengalaman itulah yang membuatnya mampu melihat tantangan ketahanan pangan dari sisi teknis pertanian, sekaligus perspektif kebijakan publik dan pemberdayaan masyarakat. Dia pun menginisiasi Buruan SAE sebagai strategi ketahanan pangan berbasis keluarga.

Tantangan Ketahanan Pangan di Bandung

Menurut Gin Gin, Bandung sebagai kota metropolitan menghadapi fakta bahwa 96,42% kebutuhan pangannya dipasok dari luar daerah. Hal ini membuat kota sangat rentan terhadap inflasi dan gangguan distribusi. Dari situasi ini, lahirnya Buruan SAE sebagai solusi untuk meningkatkan kemandirian pangan masyarakat.

Program ini bukan hanya soal menanam sayur, tetapi sebuah siklus pertanian terintegrasi yang melibatkan delapan aktivitas utama. Dari budi daya tanaman pangan, peternakan, perikanan, pengolahan sampah organik (kompos), hingga pengolahan hasil panen menjadi produk yang lebih bernilai ekonomi.

Kesuksesan dan Pengakuan Internasional

Kini, lebih dari 555 kelompok tani mengadopsi model Buruan SAE. Keberhasilannya pada program ini tidak hanya diakui di tingkat lokal, tetapi juga internasional, dengan membawa Kota Bandung meraih pengakuan global di ajang Milan Pact Awards.

Pada 2022, Kota Bandung meraih special mention untuk kategori produksi pangan di Rio de Janeiro, Brazil. Kemudian pada Oktober 2025, kembali meraih special mention untuk kategori food waste. Gin Gin sendiri meraih Juara 1 PNS Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Barat pada 2023.

Gerakan Budaya dan Kolaborasi

Bagi Gin Gin, Buruan SAE lebih dari sekadar program pemerintah, melainkan juga gerakan budaya. Ia bercita-cita menjadikan Bandung sebagai kota yang tidak hanya cantik, tetapi juga tangguh dan mandiri dalam memenuhi kebutuhan dasarnya.

Melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan akademisi, komunitas, pengusaha, hingga media massa, Gin Gin juga berkomitmen untuk terus berinovasi dan mendorong agar setiap jengkal lahan di Bandung bisa memberikan nilai manfaat bagi masyarakat.

Dengan semangat ini, Buruan SAE menjadi contoh nyata bagaimana inovasi dan kolaborasi dapat menciptakan perubahan positif di tengah kota yang padat dan dinamis.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan