Ribuan ASN, Bupati dan Masyarakat Bireuen bersatu dalam zikir akbar

Ribuan ASN, Bupati dan Masyarakat Bireuen bersatu dalam zikir akbar
Ringkasan Berita:
  • Ribuan ASN, Bupati, Forkopimda, dan masyarakat Bireuen berkumpul di RTH Cot Gapu untuk Zikir Akbar.
  • Acara memperingati HAB ke-80 Kemenag sekaligus doa bersama bagi korban banjir bandang di Bireuen.
  • Kegiatan ini meneguhkan semangat religius dan solidaritas warga untuk membangun daerah yang harmonis dan sejahtera.
 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

nurulamin.pro, BIREUEN –Lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu, Bireuen, Sabtu (3/1/2026) pagi, dipenuhi ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kankemenag Bireuen, masyarakat, serta jajaran pemerintah daerah. 

Mereka hadir dalam Zikir Akbar dan doa bersama yang digelar untuk memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama, sekaligus sebagai bentuk empati bagi korban banjir bandang dan luapan sungai yang melanda sejumlah wilayah di Bireuen.

Sejak pukul 07.00 WIB, para ASN dengan seragam putih-hitam memenuhi lapangan, membawa tikar dan alas duduk. 

Di panggung utama, Bupati Bireuen, H Mukhlis, ST, Wakil Bupati, Ir H Razuardi, MT, Kakankemenag Bireuen, Dr H Zulkifli, SAg, MPd, serta unsur Forkopimda, hadir bersama masyarakat.

Acara diawali dengan upacara HAB ke-80, di mana Bupati bertindak sebagai pembina upacara sekaligus membacakan amanat tertulis Menteri Agama RI.

Fondasi Kota Santri

Dalam sambutannya, Kakankemenag Bireuen, Dr Zulkifli menegaskan, peran Kementerian Agama sebagai pilar pembangunan daerah. 

Dengan dukungan 2.674 ASN, 116 madrasah, 17 Kantor Urusan Agama (KUA), serta 145 pesantren, Bireuen memiliki fondasi kokoh untuk mewujudkan cita-cita sebagai Kota Santri.

Sinergi antara Kemenag dan Pemkab Bireuen diwujudkan melalui layanan keagamaan berbasis digital, penguatan penyuluh agama, forum dialog antarumat, serta optimalisasi zakat dan wakaf produktif.

Namun, di tengah semangat kolaborasi itu, bencana hidrometeorologi datang tiba-tiba. 

Banjir bandang dan luapan sungai menghancurkan banyak upaya pembangunan, meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat.

Menteri Agama (Menag) RI dalam amanatnya menekankan, tema HAB ke-80: “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju.”

Kerukunan, katanya, bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan energi kebangsaan yang merajut perbedaan menjadi kekuatan.

Transformasi digital yang dilakukan Kemenag sepanjang 2025 telah menghadirkan layanan keagamaan lebih cepat dan transparan. 

Selain itu, ribuan pesantren dan program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat, wakaf, infak, dan sedekah menjadi motor penggerak ekonomi umat.

Zikir Akbar ini menjadi simbol kebersamaan ASN, pemerintah, dan masyarakat Bireuen.

Selain memperingati HAB, kegiatan ini juga menjadi doa kolektif agar masyarakat yang terdampak banjir diberi kekuatan.

Dengan lantunan zikir yang menggema di RTH Cot Gapu, semangat religius dan solidaritas warga Bireuen kembali diteguhkan: membangun daerah yang religius, harmonis, dan sejahtera, meski bencana datang silih berganti.(*)

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan